Rekening Gratis 17 Tahun ke Atas, Data Dukcapil Jadi Kunci

0
74
Menteri Dalam Negeri
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. FOTO: KEMENDAGRI

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah tengah mematangkan program pembukaan rekening bank gratis bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening. Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2027 dengan saldo awal Rp50 ribu untuk setiap rekening yang memenuhi kriteria.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemadanan data kependudukan menjadi salah satu kunci untuk menentukan calon penerima program secara lebih tepat.

Tito menyebut berdasarkan data yang ada di Danantara, baru sekitar 170 juta warga yang tercatat memiliki rekening perbankan. Karena itu, ia menyarankan agar data tersebut dicocokkan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Menurut Tito, data Dukcapil mencakup sekitar 98% penduduk Indonesia dan memuat berbagai informasi kependudukan, termasuk nama, alamat, wajah, sidik jari, serta status kependudukan. Dengan pemadanan tersebut, warga berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening dapat diidentifikasi secara lebih rinci hingga tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan desa.

“Dari data yang ada di Danantara, perbankan itu 170 juta yang baru memiliki rekening sehingga kemarin kami menyampaikan, saya menyarankan menggunakan data Dukcapil,” ujar Tito dalam acara FEKDI x IFSE di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Tito menilai pencocokan secara by name, by address akan membuat pendataan penerima lebih presisi. Data tersebut nantinya dapat dipecah berdasarkan wilayah untuk mengetahui masyarakat yang belum memiliki akses rekening bank.

Anggaran Rp3,8 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk program tersebut. Dana itu antara lain diperhitungkan untuk memberikan saldo awal Rp50 ribu kepada setiap penerima.

Airlangga pada Kamis (24/9) menyebut terdapat sekitar 74 juta warga dalam pendataan awal yang belum memiliki rekening. Namun, angka tersebut masih akan melalui proses cleansing atau pemutakhiran dan penyaringan data.

Jika seluruh anggaran Rp3,8 triliun dihitung berdasarkan saldo awal Rp50 ribu per rekening, nilainya setara dengan sekitar 76 juta rekening. Namun, jumlah penerima final masih menunggu hasil pemadanan dan penyaringan data.

Program tersebut belum akan direalisasikan pada 2026. Sepanjang tahun ini, skema pelaksanaan masih dimatangkan, termasuk memastikan rekening yang dibuka tetap aktif dan tidak menjadi rekening dorman.

Pembukaan rekening secara massal ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus meningkatkan inklusi keuangan. Pemanfaatan data kependudukan diharapkan dapat membantu memastikan rekening diberikan kepada warga yang memang belum memiliki rekening.