Bakom Jadikan Komunikasi Pemerintah sebagai Alat Pemersatu, Siapkan Strategi Hadapi Era AI

0
71
Badan Komunikasi
Kepala Negara saat melantik Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) akan memperkuat strategi komunikasi pemerintah dengan menjadikan komunikasi sebagai salah satu alat untuk memperkuat persatuan nasional.

Kepala Bakom Syahganda Nainggolan mengatakan, arah tersebut menjadi salah satu fokus lembaganya setelah dirinya bersama Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono dilantik di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut Syahganda, komunikasi pemerintah tidak hanya berperan dalam menyampaikan berbagai program, tetapi juga menjelaskan pemikiran dan arah kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

“Kalau arahan Presiden yang disampaikan beliau itu adalah bagaimana caranya komunikasi ini menjadi alat persatuan nasional,” ujar Syahganda usai dilantik.

Dalam menjalankan tugasnya, Bakom akan meneruskan berbagai program komunikasi yang telah berjalan sekaligus memperkuat strategi dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan algoritma.

Syahganda mengatakan perkembangan teknologi tersebut perlu dipelajari karena dapat memengaruhi pola penyampaian pesan antara pemerintah dan masyarakat.

“Mungkin kita akan mengembangkan satu kelompok, tim khusus mempelajari bagaimana algoritma itu bisa merusak atau memberi jarak antara pikiran-pikiran presiden dengan masyarakat. Jadi selain dibantu oleh teman-teman media, kita juga memikirkan itu ke depan,” katanya.

Selain menghadapi tantangan teknologi, Bakom akan memperkuat komunikasi dengan media dan wartawan melalui dialog yang lebih intensif. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita harus banyak ketemu teman-teman media, teman-teman wartawan, bagaimana dialog antara pemerintah dan teman-teman media itu bisa pada akhirnya menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat dan pesan-pesan masyarakat kembali kepada pemerintah. Jadi ada dialog yang intensif nantinya,” ujar Syahganda.

Syahganda juga mengapresiasi peran insan media yang selama ini turut membantu menyampaikan pemikiran dan program pemerintah kepada masyarakat.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu mengetahui program pemerintah, tetapi juga memahami pemikiran dan landasan konstitusional yang mendasari arah kebijakan pemerintah.

“Program oke, kemudian orang melihatnya. Tapi pikiran, nah, itu pikiran-pikiran beliau, itu pikiran-pikiran konstitusional dan itu penting sampai rakyat tahu semua,” pungkasnya.

Bakom selanjutnya akan mengembangkan komunikasi pemerintah dengan menggabungkan peran media, dialog publik, serta pemanfaatan teknologi digital. Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus menjaga persatuan nasional.