
(Vibizmedia-Nasional) Sebanyak 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) resmi diangkat Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Usai pelantikan, Ketua, Wakil Ketua, dan sejumlah anggota Wantimpres menyampaikan pandangan mengenai amanah serta peran mereka dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Ketua Wantimpres Pratikno menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, susunan Wantimpres kali ini diisi tokoh-tokoh nasional dengan latar belakang, pengalaman, profesi, dan agama yang beragam.
“Sebagaimana Anda ketahui bahwa anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta,” ujar Pratikno usai pelantikan.
Menurut Pratikno, keberagaman pengalaman dan pengetahuan para anggota menjadi modal penting untuk memberikan saran, masukan, serta pertimbangan kepada Presiden sesuai amanat undang-undang.
“Jadi dengan kekayaan pengetahuan, pengalaman yang luar biasa dari para anggota Dewan Pertimbangan Presiden, kami yakin kami bisa memberikan saran, masukan, pertimbangan sebagaimana dimandatkan oleh undang-undang. Jadi tugas kami memang khusus dengan satu beneficiary, yaitu Bapak Presiden,” katanya.
Wakil Ketua Wantimpres Hatta Rajasa mengatakan pihaknya akan berupaya memberikan masukan yang berkualitas dengan menggabungkan berbagai perspektif dan pengetahuan dari para anggota.
Namun, Hatta menegaskan bahwa pertimbangan yang diberikan kepada Presiden bersifat rahasia dan tidak dapat disampaikan kepada publik.
“Tugas kami adalah mensukseskan Bapak Presiden dengan memberikan masukan-masukan yang berkualitas dari berbagai macam aspek yang kami kumpulkan, dan dari berbagai macam pengetahuan yang telah kami miliki. Namun kawan-kawan jangan pernah bertanya, nasihat apa yang diberikan (kepada) Bapak Presiden, karena berdasarkan Undang-Undang kami dilarang untuk menyampaikan itu,” ujar Hatta.
Sementara itu, anggota Wantimpres Rocky Gerung mengungkapkan adanya pesan khusus Presiden mengenai posisi dan tanggung jawab Wantimpres. Menurut Rocky, Wantimpres memiliki posisi yang bersifat etis, bukan teknis.
Karena itu, anggota Wantimpres diharapkan mampu melihat dampak sebuah kebijakan sekaligus memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan agar tetap sejalan dengan visi Presiden.
Rocky menilai Wantimpres tidak hanya bertugas merespons persoalan konkret yang muncul sehari-hari. Menurutnya, diperlukan proses kontemplasi dan evaluasi untuk melihat persoalan secara lebih luas, termasuk membaca tantangan dan masa depan bangsa.
Ia mengibaratkan peran tersebut seperti oversight committee dalam sebuah perusahaan yang bertugas melihat persoalan secara lebih menyeluruh.
“Semacam oversight committee, dalam perusahaan namanya oversight committee. Tapi karena ini perusahaan publik, maka keahlian diperlukan, ketajaman naluri harus diandalkan, dan yang paling penting adalah menunjukkan tanpa ragu-ragu apa yang salah di dalam persepsi publik terhadap kekuasaan, dan bagaimana kekuasaan mengolah persepsi itu menjadi positif bagi negeri,” kata Rocky.
Di sisi lain, anggota Wantimpres Budi Tanuwibowo mengaku terkejut sekaligus terharu mendapat kepercayaan tersebut. Ia mengatakan baru menerima kabar mengenai penunjukannya pada Jumat pagi melalui telepon dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Bagi Budi, pengangkatannya juga memiliki makna tersendiri karena ia menjadi bagian dari komunitas Konghucu di Indonesia yang turut mendapat ruang dalam komposisi Wantimpres.
“Saya tentu sangat terharu karena sebagai bagian yang jumlahnya paling kecil tapi mendapat perhatian yang sama,” ujar Budi.
Budi menilai keberagaman anggota Wantimpres mencerminkan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap keberagaman tersebut dapat semakin memperkuat kebersamaan dan kerukunan masyarakat Indonesia.
“Dengan kejadian hari ini, peristiwa hari ini saya merasa negeri ini benar-benar sudah memegang teguh salah satu pilarnya, semboyannya Bhinneka Tunggal Ika. Mudah-mudahan dengan kebersamaan yang semakin utuh, semakin kokoh, Indonesia yang kita cintai ini, yang kita tahu semua potensinya begitu besar, ditambah kerukunan dan kesigapan rakyatnya. Saya yakin Indonesia akan maju ke depan. Entah kapan, tergantung dari kebersamaan dan tekad keras kita,” pungkasnya.
Beragam pandangan tersebut menggambarkan posisi Wantimpres sebagai wadah yang menghimpun pengalaman dan perspektif berbagai tokoh untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden. Dengan keragaman latar belakang anggotanya, Wantimpres diharapkan mampu memberikan masukan yang tajam sekaligus menjaga kepentingan bangsa dalam setiap pertimbangan yang disampaikan kepada Kepala Negara.








