Indonesia–Prancis Dorong Investasi Konkret di Sektor Strategis

0
63
Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar dalam Indonesia - France Strategic Investment Forum 2026 di Paris, pada 29 September 2026. (Sumber: Infopublik)

(Vibizmedia – Economy & Business) Hubungan Indonesia dan Prancis memasuki momentum penting dengan peluang besar untuk diperluas dari komitmen politik menjadi kerja sama bisnis dan investasi yang konkret.

Pemerintah Indonesia mendorong agar kedekatan bilateral kedua negara menghasilkan lebih banyak proyek strategis yang berkelanjutan.

Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar mengatakan, penguatan hubungan ekonomi menjadi langkah penting untuk menjaga momentum positif yang telah terbentuk. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan hubungan politik yang kuat menjadi kemitraan bisnis dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.

“Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini memiliki momentum yang sangat kuat. Tantangan kita selanjutnya adalah menerjemahkan momentum politik tersebut menjadi kemitraan bisnis dan investasi yang sama kuatnya,” ujar Oemar dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Indonesia-France Strategic Investment Forum 2026 yang digelar KBRI Paris bersama Danantara Indonesia dan asosiasi pengusaha Prancis, MEDEF International, di Paris, Selasa (29/9/2026).

Menurut Oemar, fondasi hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis telah cukup kuat. Nilai perdagangan barang kedua negara tercatat sekitar 2,6 miliar euro atau sekitar Rp52,7 triliun pada tahun lalu.

Prancis juga menjadi investor terbesar kedua dari Uni Eropa di Indonesia. Hampir 200 perusahaan Prancis telah beroperasi di Indonesia dan menyerap lebih dari 50.000 tenaga kerja.

Besarnya potensi tersebut menjadi ruang bagi Danantara Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai penghubung antara kebutuhan pembangunan nasional dan sumber modal global.

Melalui skema investasi bersama, Danantara membuka peluang kolaborasi dengan investor Prancis di sejumlah sektor prioritas, termasuk energi bersih dan terbarukan serta infrastruktur digital.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menegaskan bahwa lembaganya memiliki mandat untuk menciptakan return komersial yang berkelanjutan sekaligus mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.

Dengan fondasi perdagangan, investasi, dan kehadiran perusahaan yang telah terbentuk, Indonesia dan Prancis kini diarahkan untuk memperluas kerja sama menuju proyek-proyek strategis yang lebih konkret dan berdampak.