Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6, Kesempatan Tingkatkan Kompetensi Kerja

0
160
Foto: Kemnaker

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 6. Pendaftaran program tersebut berlangsung hingga 14 Oktober 2026, sebelum peserta mengikuti tahapan seleksi dan pelatihan.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kompetensi angkatan kerja agar semakin sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui pelatihan berbasis kompetensi, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan dinamika pasar kerja menuntut masyarakat untuk terus memperbarui dan meningkatkan kemampuan.

“Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6, kami ingin membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi kerja. Kami berharap pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai bekal untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Darmawansyah.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tidak dapat dilakukan hanya sekali. Perubahan teknologi, pola kerja, serta kebutuhan industri membuat tenaga kerja perlu terus mengembangkan keterampilan agar tetap relevan dengan perkembangan pasar kerja.

Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan vokasi nasional merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi. Penyelenggaraan pelatihan vokasi juga diatur melalui Permenaker Nomor 6 Tahun 2025 yang mencakup antara lain persiapan, pelaksanaan pelatihan off the job dan on the job training, asesmen kompetensi, hingga pemberian sertifikat.

Kurikulum pelatihan diarahkan agar peserta memiliki kemampuan yang dapat diterapkan secara langsung. Dengan pendekatan tersebut, lulusan pelatihan diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki pasar kerja, meningkatkan produktivitas, ataupun merintis kegiatan kewirausahaan.

Jenis kejuruan yang ditawarkan dapat berbeda di masing-masing Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) atau Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Bidangnya antara lain mencakup teknik otomotif, pengelasan, listrik, teknologi informasi dan komunikasi, pertanian, pengolahan hasil pertanian, pariwisata dan perhotelan, tata kecantikan, manufaktur, hingga bisnis dan manajemen.

Di BBPVP Bandung, misalnya, Batch 6 membuka pelatihan bidang manufaktur seperti Penggambaran Komponen Mekanik Tingkat Dasar dengan CAD serta Pembuatan Program dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut Tingkat Dasar. Program tersebut menunjukkan bahwa pelatihan vokasi diarahkan pada keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam dunia industri.

Pendaftaran Hingga 14 Oktober

Untuk PVN 2026 Batch 6, pendaftaran dibuka mulai 1 hingga 14 Oktober 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, proses seleksi peserta dijadwalkan berlangsung pada 15–21 Oktober 2026.

Hasil seleksi akan diumumkan pada 22 Oktober 2026, sedangkan pelaksanaan pelatihan dimulai pada 28 Oktober 2026. Informasi mengenai pendaftaran, persyaratan, dan pilihan pelatihan dapat dipantau melalui platform Skillhub Kemnaker.

Secara umum, persyaratan pada sejumlah unit penyelenggara PVN Batch 6 antara lain pencari kerja berusia minimal 17 tahun dan telah memiliki KTP, mempunyai akun SIAPkerja, serta memenuhi ketentuan pendidikan yang ditetapkan oleh program pelatihan. Persyaratan dapat berbeda sesuai jenis pelatihan dan unit penyelenggara, sehingga calon peserta perlu mencermati informasi pada program yang dipilih.

Tidak Hanya Membekali Keterampilan

Pelatihan vokasi nasional juga dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan pekerjaan. Pada sejumlah penyelenggara, peserta dapat memperoleh fasilitas seperti pelatihan tanpa biaya, uang saku, konsumsi, perlengkapan atau modul pelatihan, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat pelatihan dan sertifikasi kompetensi sesuai ketentuan program.

Sertifikasi menjadi salah satu nilai tambah karena dapat menjadi bukti bahwa peserta telah mengikuti proses pelatihan dan memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan pada skema tertentu.

Dengan demikian, program vokasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah peserta yang memiliki keterampilan, tetapi juga memperkuat kualitas dan daya saing tenaga kerja.

Menjembatani Kebutuhan Industri dan Tenaga Kerja

Penguatan pelatihan vokasi menjadi semakin penting di tengah perubahan struktur pasar kerja. Digitalisasi, perkembangan teknologi, otomatisasi, serta perubahan kebutuhan industri membuat sejumlah jenis pekerjaan membutuhkan kompetensi baru.

Dalam konteks tersebut, pelatihan vokasi dapat berfungsi sebagai jembatan antara kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang lebih spesifik dan aplikatif, sementara dunia usaha dan dunia industri mendapatkan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi lebih sesuai.

Kemnaker berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan PVN Batch 6 secara optimal dan tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran.

“Pengembangan keterampilan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki bekal yang semakin relevan dengan dinamika dunia kerja,” kata Darmawansyah.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Vokasi Nasional secara bertahap sepanjang 2026, pemerintah berupaya memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.

Bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, ingin meningkatkan kompetensi, ataupun mempersiapkan diri memasuki sektor industri tertentu, PVN Batch 6 dapat menjadi salah satu kesempatan untuk memperoleh keterampilan praktis, pengalaman pelatihan, dan pengakuan kompetensi sebagai modal menghadapi persaingan dunia kerja.