Sapu Bersih Hambatan Industri, Menperin Sarmuji Gelar “Belanja Masalah” dan Bidik Sektor Prioritas

0
110
Proyek Strategis Nasional
Proyek Strategis Nasional. FOTO: KEMENKEU

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian bergerak cepat untuk memetakan dan menyelesaikan berbagai tantangan yang mengganjal daya saing sektor industri nasional. Langkah ini diawali lewat agenda “belanja masalah” dalam rapat kerja internal yang dipimpin langsung oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji di Jakarta, Senin (5/10).

Melalui inventarisasi komprehensif, Kemenperin mengidentifikasi hambatan di berbagai lini, mulai dari regulasi, bahan baku, energi, sumber daya manusia, pasar, investasi, hingga teknologi. Menperin menegaskan pentingnya pemahaman utuh atas kondisi lapangan agar kebijakan pemerintah tepat sasaran bagi para pelaku usaha.

“Pada tahap awal ini, kami ingin melakukan belanja masalah. Kita petakan secara menyeluruh persoalan yang dihadapi industri, kemudian kita identifikasi mana yang bisa segera diselesaikan oleh Kemenperin dan mana yang membutuhkan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya. Yang terpenting, setiap masalah harus kita carikan jalan keluarnya,” tegas Sarmuji.

Setiap isu yang terkumpul akan dikelompokkan berdasarkan tingkat urgensi, kewenangan, serta besarnya dampak terhadap kinerja industri. Persoalan internal akan diselesaikan secepat mungkin oleh Kemenperin, sementara hambatan lintas sektor akan dikoordinasikan bersama kementerian atau lembaga terkait.

Dalam rapat kerja yang turut dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza beserta jajaran pejabat eselon I Kemenperin tersebut, dua sektor utama menjadi sorotan awal:

Industri Permesinan: Dirjen ILMATE Setia Diarta mengungkapkan fokus Menperin untuk memacu pertumbuhan industri permesinan lokal agar mampu memenuhi kebutuhan peralatan pabrik dalam negeri secara mandiri. Ditjen ILMATE bakal mengaudit dan mereviu kebutuhan mesin lintas sektor guna menentukan prioritas pengembangan.

Industri Agro: Plt. Dirjen Industri Agro Putu Juli Ardika menyatakan kesiapan mendongkrak subsektor agro yang memiliki daya ungkit besar terhadap pertumbuhan industri pengolahan. Selain mengakselerasi potensi unggulan, pihaknya memprioritaskan penuntasan berbagai isu tertunda (pending matters) yang menghambat ekspansi pelaku usaha.

Lewat pendekatan berbasis data rinci dan penyelesaian masalah yang konkret, Kemenperin optimistis dapat menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional.