Karhutla dan Kekeringan Jadi Sorotan, Banjir di Aceh Tamiang Paksa 222 KK Mengungsi

0
114
Karhutla
Personil BPBD Kota Ternate bersiaga di TPA Takome untuk memadamkan kebakaran lahan di pembuangan sampah. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode 11–12 Oktober 2026. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian, sementara banjir akibat hujan berintensitas tinggi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, menyebabkan 222 kepala keluarga (KK) mengungsi.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana masih beragam di tengah kondisi cuaca yang berbeda antardaerah. Di sejumlah wilayah, kebakaran lahan terus terjadi, sedangkan hujan deras di Aceh Tamiang memicu banjir di empat kecamatan.

Di Sulawesi Tengah, karhutla melanda lahan seluas satu hektare di Kelurahan Uentanaga, Kecamatan Rotalindo, Kabupaten Tojo Una-Una, pada Minggu (11/10). Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dan kendaraan Dinas Sosial. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Karhutla juga terjadi di Desa Petunasugi, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong. Kebakaran diketahui pada Minggu (11/10) sekitar pukul 15.30 WITA setelah seorang petani melihat asap dan kobaran api di sekitar kebun milik warga.

Api kemudian menjalar ke sejumlah lahan milik warga lainnya hingga menghanguskan sekitar tiga hektare. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 500 meter dari permukiman penduduk.

BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur terkait, aparat kecamatan, dan pemerintah desa melakukan pemadaman hingga pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada pukul 19.30 WITA.

Kebakaran Lahan di Pinrang Capai 20 Hektare

Ancaman karhutla juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kebakaran dilaporkan melanda Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, serta Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, pada Minggu (11/10).

Luas lahan yang terbakar di masing-masing wilayah mencapai sekitar 10 hektare, sehingga total lahan terdampak mencapai 20 hektare.

Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari TRC BPBD Kabupaten Pinrang, pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada Minggu sore.

Sementara itu, kebakaran juga melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Takome di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara. Kebakaran diketahui sejak Kamis (8/10).

Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu (11/10) pukul 08.00 WIT, asap masih terlihat dari dalam tumpukan sampah dan api kembali muncul di sejumlah titik. Tim gabungan masih melakukan pemadaman.

Kabut asap dilaporkan menutupi area sekitar TPA dan menyebar hingga ke permukiman warga, sehingga kondisi tersebut masih memerlukan penanganan dan kewaspadaan masyarakat.

Banjir Aceh Tamiang, 222 KK Mengungsi

Di tengah ancaman kebakaran dan kekeringan di sejumlah wilayah, hujan berintensitas tinggi justru memicu banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Sabtu (10/10).

Banjir berdampak pada empat kecamatan, yakni Tenggulun, Kejuruan Muda, Karang Baru, dan Bendahara. Berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 222 KK dilaporkan mengungsi.

Hingga Minggu (11/10), hujan masih berlangsung di sebagian wilayah dan banjir belum surut. Ketinggian muka air dilaporkan mencapai sekitar 50 sentimeter.

Kondisi ini menjadi perhatian karena potensi bencana hidrometeorologi dapat berbeda di setiap wilayah. Ketika sejumlah daerah menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran lahan, wilayah lainnya masih berisiko mengalami banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi.

BNPB Ingatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, baik akibat kondisi kering maupun hujan ekstrem.

Untuk mengantisipasi kekeringan dan kekurangan air bersih, masyarakat disarankan menyimpan cadangan air saat pasokan masih tersedia, menggunakan air sesuai kebutuhan, memperbaiki keran atau pipa yang bocor, serta memanfaatkan kembali air yang masih layak untuk keperluan lain, seperti menyiram tanaman.

Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah karhutla. Selain itu, puntung rokok tidak boleh dibuang sembarangan dan bara api harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.

Kewaspadaan terhadap banjir dan bahaya hidrometeorologi lainnya juga perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah utara Sumatra yang mengalami anomali cuaca.

BNPB turut mengingatkan masyarakat agar tetap mengantisipasi potensi bencana geologi, termasuk gempa bumi, yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diharapkan menyiapkan tas siaga bencana serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi dan terpercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.