Pemerintah dan Lazada Perkuat Kapasitas Tenaga Kerja Mandiri, Fokus pada Pemberdayaan Perempuan

0
94
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan Lazada Indonesia meluncurkan Program Sinergi Memperkuat Kapasitas dan Ekosistem Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kemampuan pelaku usaha mandiri, khususnya perempuan, agar mampu mengembangkan bisnis secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.

Penguatan TKM menjadi semakin penting di tengah tantangan pasar kerja nasional. Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,65 persen atau sekitar 7,2 juta orang. Sementara itu, sebanyak 59,30 persen pekerja masih menggantungkan penghidupan pada sektor informal, termasuk sebagian besar pelaku usaha mikro.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya memperluas kesempatan masyarakat untuk membangun usaha mandiri yang produktif. Selain menjadi sumber pendapatan alternatif, pengembangan TKM juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Deputi Koordinasi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan TKM membutuhkan dukungan ekosistem yang terintegrasi serta kerja sama berkesinambungan antara pemerintah dan sektor swasta.

Hal itu disampaikannya dalam peluncuran Kickoff Program Sinergi Kapasitas Ekosistem Tenaga Kerja Mandiri di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (12/10/2026).

“Penguatan kapasitas TKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata, tetapi perlu didukung ekosistem untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan mendorong pelaku usaha secara bertahap naik kelas menuju sektor formal. Melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, kita membangun model pendampingan yang berkelanjutan, khususnya bagi perempuan agar semakin berdaya secara ekonomi,” ujar Dida.

Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh menambahkan, program ini merupakan bentuk kolaborasi dengan dunia usaha untuk menjawab kebutuhan nyata para pelaku TKM dalam mengembangkan bisnis.

Implementasi program dilakukan melalui lokakarya dan pelatihan yang mencakup pengelolaan laporan keuangan, pemasaran digital, fotografi produk, serta peningkatan pemahaman mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan dan kepesertaan dalam program perlindungan tersebut.

Menurut Chairul, penguasaan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku TKM meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dengan dukungan pendampingan dan perlindungan sosial yang memadai, usaha mandiri diharapkan dapat tumbuh menjadi bisnis formal yang lebih kuat.

“Melalui program ini, kami berharap TKM, khususnya perempuan, tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan dalam menjalankan usaha, tetapi juga memperluas akses pasar, mengelola usaha secara lebih akuntabel, serta memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan dukungan berbagai pihak terkait, TKM diharapkan dapat berkembang dan naik kelas menjadi usaha yang formal dan berkelanjutan,” tutur Chairul.

Program tersebut menerapkan pendekatan kemitraan pemerintah dan swasta atau Public-Private Partnership (PPP), dengan melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Lazada Indonesia sebagai mitra sektor swasta.

Pada tahap awal, proyek percontohan dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Yogyakarta melalui kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (P3APP) Provinsi DI Yogyakarta; Bandung bersama Bappeda Provinsi Jawa Barat; serta Medan dengan dukungan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kementerian Ketenagakerjaan.

Pelaksanaan proyek percontohan tersebut akan menjadi dasar evaluasi untuk menilai efektivitas program dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan lebih lanjut. Hasil evaluasi juga akan digunakan untuk mempertimbangkan perluasan program ke daerah lain pada 2027.

Peluncuran program ini turut dihadiri Direktur Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi Kementerian PPN/Bappenas Mahatmi Parwitasari; Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Nuryanti; Asisten Deputi Kepesertaan, Usaha Kecil, dan Mikro BPJS Ketenagakerjaan Wahid Sahid; serta Inspektur Kemenko Perekonomian Mirza Sofjanhadi Mashudi.

Hadir pula Plt. Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama Kemenko Perekonomian Heny Puspitasari, Statistisi Ahli Madya Direktorat Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Pusat Statistik Sri Isnawati, serta Head of Seller Engagement and Commercial Training Lazada Indonesia Anindya Pratiwi.

Melalui sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta, program ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha mandiri, meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan, serta membuka peluang bagi lebih banyak pelaku TKM untuk mengembangkan usaha secara produktif dan berkelanjutan.