Kemenpar Gelar WIG Culinary Festival 2026, Perluas Pasar Kuliner Nusantara

0
52
Foto: Kemenpar

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong kuliner sebagai salah satu daya tarik utama pariwisata Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026, sebuah ajang yang membuka peluang bagi pelaku usaha makanan dan minuman untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan keragaman cita rasa Nusantara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana secara resmi membuka WIG Culinary Festival 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang kolaborasi yang inklusif bagi pelaku usaha kuliner dari berbagai daerah untuk mempromosikan produk sekaligus memperkenalkan kekayaan gastronomi Indonesia kepada masyarakat luas.

Menurut Widiyanti, kuliner Nusantara bukan sekadar sajian makanan, melainkan juga menyimpan cerita sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya bangsa.

“Kehadiran Culinary Festival juga sekaligus menjadi ruang promosi dan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha makanan dan minuman,” kata Menpar.

WIG Culinary Festival 2026 berlangsung pada 7 Oktober hingga 1 November 2026. Kegiatan ini digelar secara serentak di 34 pusat perbelanjaan yang tersebar di 17 kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surakarta, Sleman, Sukoharjo, Semarang, Magelang, Pontianak, Palembang, Bali, dan Yogyakarta.

Penyelenggaraan tahun ini sekaligus memperluas cakupan program Wonderful Indonesia Gastronomy, yang sebelumnya diperkenalkan dengan nama Wonderful Indonesia Gourmet pada 2025. Jika tahun lalu program tersebut menampilkan gastronomi kontemporer di Jakarta dan Bali, tahun ini Kemenpar turut mengangkat akar sejarah, tradisi, dan budaya kuliner melalui rangkaian kegiatan di Surakarta dan Yogyakarta.

Pendekatan tersebut dirancang agar semakin banyak unsur dalam ekosistem kuliner yang terlibat, mulai dari petani dan produsen pangan artisan hingga pengusaha kuliner serta koki profesional. Seluruh pihak tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dalam menghasilkan pengalaman gastronomi yang khas dan bernilai.

Widiyanti menegaskan, pengembangan gastronomi diharapkan dapat memperkuat kualitas pariwisata sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Potensi sektor ini terlihat dari kontribusi usaha penyediaan makanan dan minuman yang mencapai Rp503,5 triliun atau sekitar 2,11 persen dari total produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2025.

“Visi kami adalah memperluas pengenalan terhadap destinasi, produk, dan talenta kuliner Indonesia, mendorong transaksi bagi pelaku usaha, serta mengembangkan kekayaan lokal menjadi pengalaman wisata yang bermakna,” ujar Menpar.

Ia menambahkan, pengalaman gastronomi dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal suatu daerah secara lebih mendalam. Selain menikmati makanan khas, wisatawan juga berkesempatan memahami sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang melatarbelakangi lahirnya hidangan tersebut.

Pengalaman itu diharapkan mendorong wisatawan untuk mengunjungi langsung daerah asal kuliner, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta menikmati kekayaan budaya di destinasi tersebut. Dengan demikian, gastronomi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas konsumsi, tetapi juga berperan dalam pelestarian warisan budaya, penguatan identitas daerah, dan pemerataan manfaat ekonomi pariwisata.

Untuk memperluas dampak program, Kemenpar menyelenggarakan WIG Culinary Festival 2026 melalui kolaborasi dengan Indonesia Gastronomy Network (IGN) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI). Kerja sama ini diharapkan dapat mempertemukan pelaku kuliner dengan konsumen dan mitra usaha, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap gastronomi Nusantara.

Festival ini juga mendapat dukungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai mitra perbankan utama serta BCA Mastercard sebagai mitra pendukung. BTN menghadirkan penawaran cashback sebesar 30 persen, sedangkan BCA Mastercard menawarkan diskon hingga 25 persen, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Khusus di Mal Kota Kasablanka, penyelenggaraan festival turut menggandeng desainer Anne Avantie untuk mempromosikan berbagai makanan khas Semarang. Hidangan yang diperkenalkan antara lain tahu petis, lumpia, tahu pong, kue sisir, serta es gempol pleret.

Widiyanti menilai pemanfaatan pusat perbelanjaan sebagai lokasi promosi merupakan cara untuk mendekatkan kekayaan kuliner daerah kepada masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, promosi pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan pengenalan terhadap produk kuliner, tetapi juga membangkitkan keinginan masyarakat untuk mengunjungi destinasi asalnya.

Kolaborasi lintas sektor ini juga diharapkan menciptakan peluang kerja sama berkelanjutan antara pengusaha kuliner, pengelola pusat perbelanjaan, mitra usaha, dan konsumen. Selain memperluas pasar, kegiatan tersebut ditargetkan meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan, mendorong transaksi gerai makanan dan minuman, serta menggerakkan rantai pasok yang terkait dengan industri kuliner.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan bahwa pusat perbelanjaan memiliki posisi strategis untuk mendukung promosi gastronomi. Menurutnya, pusat perbelanjaan merupakan fasilitas publik yang dekat dengan masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi untuk mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia.

Ia juga menyoroti perubahan fungsi pusat perbelanjaan yang kini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi sosial atau social connection hub.

Alphonzus berharap kegiatan WIG dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dalam skala yang lebih kecil, tetapi rutin setiap bulan dan bergilir di berbagai kota. Dengan pola tersebut, promosi gastronomi Indonesia dapat berlangsung konsisten dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Mudah-mudahan pusat perbelanjaan di Indonesia bisa terus mendukung seluruh program-program Kementerian Pariwisata,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan. Ia menyatakan kesiapan BTN untuk terus mendukung berbagai kegiatan pariwisata, termasuk promosi kuliner melalui WIG Culinary Festival 2026.

“Kami doakan semoga Wonderful Indonesia Gastronomy Culinary Festival ini yang yang akan dilakukan sampai dengan 1 November berjalan sukses dan membawa kuliner Nusantara menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan WIG Culinary Festival 2026, Kemenpar berharap gastronomi semakin diakui sebagai kekuatan pariwisata Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar memperkenalkan makanan khas, festival ini diharapkan mampu menghubungkan kekayaan budaya daerah dengan pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di sepanjang rantai pasok kuliner.

Pembukaan festival turut dihadiri Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenpar Hafiz Agung Rifai, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, Asisten Deputi Event Nasional Kemenpar Ni Komang Ayu Astiti, Ketua Indonesia Gastronomy Network Vita Datau, General Manager Kota Kasablanka Sherly Nayoan, serta sejumlah mitra, pimpinan pusat perbelanjaan, dan pelaku industri kuliner.

Foto: Kemenpar