(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembangan sumber daya manusia di bidang digital sebagai salah satu langkah strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Upaya tersebut ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam forum Biru Muda Project Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Forum bertema Building Indonesia’s Digital Backbone for the AI Economy & Empowering the Next Generation ini menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah, akademisi, dan industri untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif serta memiliki daya saing. Pertemuan tersebut juga membahas peran infrastruktur, inovasi, dan pengembangan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai penguatan ekosistem digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Indonesia menuju visi Indonesia Emas. Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat harus diimbangi dengan kesiapan seluruh elemen bangsa agar Indonesia mampu mengambil manfaat dari perubahan tersebut.
Ia menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci untuk menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Inilah poin yang menurut saya menjadi lem, menjadi perekat dari pertemuan seperti ini, pada akhirnya kita ingin memperkuat sinergi dan kolaborasi. Bersama-sama mari kita membangun masa depan Indonesia yang semakin baik, From connectivity to productivity, from creativity to prosperity,” ujar Agus dalam forum yang berlangsung di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta.
Sementara itu, Teuku Riefky Harsya dalam pidato kuncinya menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki babak baru transformasi digital. Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo Subianto menempatkan transformasi digital sebagai salah satu fondasi untuk meningkatkan produktivitas nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia.
Menurut Riefky, pembangunan infrastruktur digital harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas talenta. Sebab, perkembangan teknologi akan terus berlangsung, sehingga tenaga kerja dan generasi muda perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Bagi Kementerian Ekraf, talenta menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun ekonomi digital Indonesia. Infrastruktur digital akan terus berkembang dan teknologi akan terus berubah. Karena itu, pengembangan talenta harus selalu berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi, perluasan akses terhadap teknologi, serta kedekatan dengan kebutuhan dunia industri. Dengan cara itulah kita dapat melahirkan lebih banyak inovator, developer, kreator digital, dan entrepreneur teknologi dari Indonesia,” ujar Riefky.
Digital Infrastructure Summit 2026 juga dirancang untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dengan penyedia solusi teknologi dan mitra strategis. Sejumlah kegiatan yang diselenggarakan meliputi asesmen kesiapan digital Mahameru, pengalaman interaktif melalui booth experience, serta business matching untuk membuka peluang kerja sama bisnis.
Selain mempertemukan pelaku industri, forum ini memberi perhatian pada peningkatan literasi dan keterampilan digital generasi muda melalui kegiatan esports. Salah satunya adalah BMP Championship PUBG Mobile yang diikuti 100 pelajar tingkat SMP dan SMA.
Ketua Umum Biru Muda Project, Teuku Agashi Harsya, menjelaskan bahwa forum tersebut diharapkan menjadi sarana bagi generasi muda untuk memahami perubahan teknologi sekaligus mengambil peran dalam menentukan arah masa depan.
Ia menyebutkan, penyelenggaraan Digital Infrastructure Summit berangkat dari upaya mempertemukan tiga unsur penting, yakni infrastruktur, inovasi, dan generasi muda. Ketiganya dinilai memiliki keterkaitan erat dalam membuka peluang baru melalui perkembangan AI, blockchain, dan ekonomi kreatif.
“Melalui forum ini, kami berharap anak muda dapat melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, belajar dari pengalaman dari para pelaku industri, dan membangun hubungan yang dapat membuka kesempatan baru. Kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem digital memiliki beragam ruang bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan juga kerja sama,” ujar Agashi.
Melalui kegiatan ini, pengembangan talenta digital diharapkan tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan berinovasi, membangun jejaring, dan menciptakan peluang usaha. Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri menjadi penting agar kompetensi generasi muda selaras dengan kebutuhan pasar serta perkembangan ekonomi digital.
Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Komunikasi Digital Nezar Patria, Pimpinan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Herman Khaeron, Ketua Gerakan Ayo Muliakan Sungai Irwan Fecho, serta Ketua Panitia Digital Infrastructure Summit 2026 Arfa Kireina.
Dalam kegiatan itu, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah, Direktur Aplikasi Tri Wahyudi, Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dony Harso, Tenaga Ahli Menteri Bidang Media Rocklin Aprilius Anderson, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik Hasbil Mustaqim Lubis.
Penguatan talenta digital melalui kolaborasi lintas sektor diharapkan menjadi salah satu pendorong lahirnya lebih banyak inovator, kreator, pengembang teknologi, dan wirausaha digital Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur dan kompetensi yang memadai, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan nilai tambah serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.









