TEI 2026: Indonesia Bidik Pasar Yunani, Rusia, dan Myanmar

0
67
Wamendag Roro bersama Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis (Foto : Kemendag)

(Vibizmedia – Economy & Business) Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menjajaki peluang perluasan pasar ekspor dan penguatan kerja sama ekonomi dengan Yunani, Rusia, dan Myanmar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (14/10).

Pertemuan bilateral tersebut membahas promosi produk Indonesia, fasilitasi perdagangan, penguatan hubungan antarpelaku usaha, hingga penyelesaian hambatan akses pasar.

“Pertemuan dengan ketiga negara tersebut mencerminkan upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan perdagangan Indonesia di pasar internasional,” ujar Roro.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis, Indonesia mendorong ekspor makanan dan minuman, produk pertanian, furnitur, kerajinan, serta manufaktur. Kedua pihak juga membahas pengembangan UMKM dan sinergi promosi perdagangan dengan sektor ekonomi kreatif serta pariwisata.

Theoharis menyambut baik rencana penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) dalam waktu dekat. Perjanjian tersebut diharapkan turut meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia dan Yunani.

Sementara itu, pertemuan dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia A.V. Gruzdev membahas perkembangan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA), serta peluang kerja sama ritel, logistik, sistem pembayaran, teknologi digital, dan analisis pasar.

Delegasi X5 Retail Group Rusia yang diwakili Regional GR Director A.B. Dryakin menyampaikan minat memperluas hubungan dengan pemasok Indonesia, terutama untuk produk makanan olahan, mi, buah-buahan, dan perikanan. Indonesia juga mendorong penyelesaian kendala inspeksi dan sertifikasi produk perikanan nasional di pasar Rusia.

Adapun dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan Myanmar U Minn Minn, pembahasan difokuskan pada peningkatan perdagangan melalui kemitraan bisnis, komoditas pertanian, karet, dan kerja sama industri.

Pameran Indonesia Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Yangon turut didorong sebagai sarana promosi produk Indonesia dan penjajakan kemitraan dengan pembeli Myanmar.

Myanmar menawarkan peluang perdagangan beras khusus, kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, serta produk pertanian bernilai tambah. Indonesia menegaskan bahwa penjajakan tersebut tetap perlu memperhatikan kebijakan nasional, khususnya prioritas ketahanan pangan dan swasembada.

Kedua negara juga membahas kendala perizinan impor bahan baku, suku cadang, peralatan, dan bahan kemasan yang dihadapi perusahaan Indonesia di Myanmar. Pemerintah Myanmar menyatakan kesediaan membantu koordinasi penyelesaian hambatan tersebut melalui instansi terkait dan Kedutaan Besar RI di Yangon.

Melalui rangkaian pertemuan ini, Kemendag akan menindaklanjuti peluang bisnis, memperkuat koneksi eksportir dengan calon pembeli, serta mengoordinasikan penyelesaian hambatan perdagangan agar akses produk Indonesia ke pasar internasional semakin terbuka.