Kadin Bidik Peluang Investasi Global di Tengah Gejolak Geopolitik, IEU-CEPA Jadi Andalan

0
41
IEU–CEPA
Ilustrasi: Menko Airlangga saat Tandatangani Kesepakatan Substantif IEU–CEPA. FOTO: KEMENKO EKON

(Vibizmedia-Nasional) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan strategi baru untuk memperkuat kerja sama ekonomi internasional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Fokusnya tidak hanya menjaga hubungan dengan berbagai kekuatan ekonomi dunia, tetapi juga mengubah peluang perdagangan, investasi, dan teknologi menjadi manfaat nyata bagi dunia usaha nasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega mengatakan, penyusunan strategi baru menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program kerja organisasi dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

“Kita membicarakan mengenai mungkin adanya kita bisa melakukan beberapa strategi-strategi baru dalam laksanakan program kerja kita,” ujar Bernardino kepada media di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, gejolak geopolitik menuntut Indonesia untuk merespons secara tepat dan efektif. Penguatan kerja sama antarnegara perlu dilakukan secara terstruktur, terorganisasi, dan konsisten agar hubungan internasional yang baik dapat memberikan dampak langsung terhadap kepentingan ekonomi nasional.

“Sehingga walaupun begitu bergejolak situasi dunia pada saat ini, hubungan internasional Indonesia dengan blok-blok dunia yang besar itu adalah sangat-sangat baik,” tegasnya.

Bagi dunia usaha, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga akses pasar, memperluas jaringan investasi, serta membuka peluang kemitraan di tengah perubahan peta perdagangan global.

Investasi dan Teknologi Jadi Peluang

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady menilai, perkembangan teknologi dan berbagai perjanjian perdagangan internasional, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat dan China, membuka peluang ekonomi yang besar bagi Indonesia.

Menurut James, pelaku usaha perlu melihat dinamika global secara seimbang. Tantangan geopolitik tetap harus diantisipasi, tetapi potensi investasi dan kerja sama yang muncul juga perlu dimanfaatkan secara maksimal.

“Jadi kita jangan cuma melihat masalah-masalah. Kita tidak buta dengan tantangan-tantangan, namun kita juga melihat potensinya itu luar biasa dan yang sedang berjalan juga cukup baik,” kata James.

Peluang tersebut menuntut Indonesia untuk memperkuat kesiapan industri dalam negeri, meningkatkan kemampuan teknologi, serta memastikan dunia usaha mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Dengan demikian, kerja sama ekonomi tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi berlanjut pada realisasi investasi, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan perluasan ekspor.

IEU-CEPA Jadi Momentum Menembus Pasar Eropa

Salah satu agenda strategis yang disoroti Kadin adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Perjanjian perdagangan Indonesia-Uni Eropa ini dinilai berpotensi menjadi momentum untuk memperluas akses produk nasional ke pasar Eropa sekaligus memperkuat daya saing industri Indonesia.

James menekankan bahwa pemanfaatan IEU-CEPA membutuhkan langkah konkret. Indonesia perlu mengidentifikasi perusahaan yang siap menembus pasar Eropa, menentukan produk unggulan, memetakan kebutuhan pasar, serta memastikan pemenuhan standar yang berlaku.

Pendekatan tersebut penting agar peluang yang tercipta melalui perjanjian perdagangan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan Indonesia, bukan sekadar menghasilkan akses pasar secara formal.

Sebelumnya, Kadin mendorong pemanfaatan IEU-CEPA untuk memperkuat kerja sama perdagangan, investasi, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Perjanjian ini diharapkan membawa perubahan struktural dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.

Sejumlah cakupan kerja sama yang disoroti meliputi penghapusan sekitar 98,5% tarif Indonesia terhadap barang Uni Eropa, pembukaan akses jasa komputer dan telekomunikasi, serta penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual.

Namun, terbukanya akses perdagangan juga menuntut kesiapan perusahaan domestik untuk memenuhi standar kualitas, ketentuan teknis, dan persyaratan pasar Eropa yang ketat.

Tantangan Berikutnya: Mengubah Kesepakatan Menjadi Transaksi

Strategi baru Kadin mencerminkan kebutuhan untuk memperkuat diplomasi ekonomi yang berorientasi pada hasil. Di tengah persaingan global, hubungan baik dengan berbagai negara perlu diterjemahkan menjadi kontrak perdagangan, realisasi investasi, kemitraan teknologi, dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

IEU-CEPA dapat menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan pemerintah, Kadin, dan pelaku usaha dalam mengidentifikasi sektor prioritas, menyiapkan perusahaan yang kompetitif, serta menghubungkan produsen Indonesia dengan calon pembeli dan investor internasional.

Dengan strategi yang terarah, gejolak geopolitik tidak hanya menjadi sumber risiko, tetapi juga dapat membuka ruang bagi Indonesia untuk memperluas kemitraan dan memperkuat posisinya dalam rantai perdagangan global.