(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan bisnis pariwisata nasional melalui program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2026. Program ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, menjajaki investasi, serta membangun kemitraan strategis melalui pelatihan, pendampingan bisnis, dan penguatan jejaring industri.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani menjelaskan, WISH dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha pariwisata, mulai dari pengelolaan bisnis, peningkatan kualitas produk dan layanan, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan.
“Melalui pelatihan, pendampingan, mentoring, dan business matching, program ini diharapkan dapat menjembatani potensi usaha dengan peluang pengembangan bisnis yang lebih konkret,” ujar Rizki dalam sambutannya pada Demo Day WISH 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, WISH 2026 memprioritaskan tiga bidang usaha, yakni gastronomi, wellness, dan cultural heritage atau wisata berbasis warisan budaya. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari kekayaan kuliner, tradisi, budaya, dan potensi lokal Indonesia.
Setelah melewati tahapan seleksi administrasi, peningkatan kapasitas dalam dua tahap, proses kurasi, serta pendampingan mentor, sebanyak 25 pelaku usaha terpilih berkesempatan mengikuti Demo Day WISH 2026. Pada kegiatan puncak ini, peserta mempresentasikan perkembangan bisnis, inovasi, keunggulan produk, serta kesiapan usaha mereka di hadapan investor, calon mitra, dan pemangku kepentingan pariwisata.
Rizki menilai perubahan preferensi wisatawan yang semakin mencari pengalaman personal dan bermakna menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan produk dengan identitas yang kuat. Kekayaan budaya dan keunikan setiap daerah, menurutnya, merupakan modal penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang menarik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Experience adalah yang dicari oleh para wisatawan dalam berwisata. Dan pelaku usaha yang terkurasi ini adalah mereka yang memang sudah punya rekam jejak untuk mengembangkan perjalanan yang bisa memberikan experience. Mereka punya storytelling yang kuat sekali di daerah masing-masing,” kata Rizki.
Melalui WISH, Kemenpar berharap peningkatan kapasitas usaha dapat berlanjut menjadi kerja sama bisnis yang nyata, termasuk dalam bentuk investasi, akses permodalan, perluasan pemasaran, dan kemitraan jangka panjang. Dengan demikian, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan skala bisnis dan memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional.
25 Pelaku Usaha dari 19 Provinsi Terpilih
Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kementerian Pariwisata Hanifah Makarim mengungkapkan, WISH 2026 telah menarik 564 pendaftar sejak rangkaian program dimulai pada pertengahan tahun. Melalui seleksi dan kurasi bertahap, sebanyak 25 peserta dari 19 provinsi akhirnya terpilih untuk mengikuti Demo Day.
Peserta berasal dari beragam usaha pariwisata yang menawarkan pengalaman berbasis alam, budaya, sejarah, gastronomi, kebugaran, hingga perjalanan tematik sesuai karakteristik daerah masing-masing.
Mereka antara lain Bring Back The Light (Rumah Konservasi Kunang-Kunang), Moana Cycling Tour, Taman Sari Royal Heritage Spa, Roemah Martha Tilaar, Bali Sun Tours, Travelavina, TempeGo Experience, Omah Jenang, Wisata Sekolah, Travel Papua, YukBanyuwangi, Bros Wisata, Artha Bayu Wisata, Siak Riverland, Nature & Soul of Ranah Minang, Neira Explorer Journey, Tilik Mburi, Balikpapan Tempo Doeloe, Langlang Lasem, Desa Wisata Asinan, Garut Walking Tour (by Zigra Wisata), Litto Jogja Resort & Resto, Jogja Explore, dan Deva Voyages.
Salah satu agenda utama Demo Day adalah business matching, yang mempertemukan peserta dengan perusahaan, lembaga keuangan, investor, serta calon mitra untuk menjajaki peluang pengembangan usaha.
Sejumlah pihak yang terlibat dalam pertemuan bisnis tersebut di antaranya InJourney, KAI Wisata, Atourin, Bizhare, Pelangi Buana, LES Urun Dana, Musyma Vacation, Bank BRI, Bank Mandiri, Mandala Bhavana Capital, SPIL Ventures, Alpha JWC Ventures, Wahyoo Ventures, Bank BNI, dan Bank BSI.
“Rangkaian Demo Day memberikan kesempatan bagi peserta untuk pitching di hadapan dewan juri dan ditutup dengan business matching,” kata Hanifah.
Pelaksanaan Demo Day WISH 2026 juga berkolaborasi dengan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 di Jakarta. Kolaborasi ini memperluas kesempatan peserta untuk membangun jejaring dengan ratusan calon pembeli (buyer) yang hadir dalam pameran pariwisata tersebut.
Melalui interaksi langsung dengan pelaku industri, peserta dapat memperkenalkan produk dan layanan, memahami kebutuhan pasar, menjajaki saluran distribusi, serta merintis kerja sama yang berpotensi memperluas jangkauan bisnis.
Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah kesepakatan kerja sama antara tiga peserta WISH 2026, yakni YukBanyuwangi, Siak Riverland, dan Roemah Martha Tilaar, dengan Atourin. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada rangkaian Demo Day.
Kesepakatan ini menjadi langkah awal untuk memperluas pemasaran produk wisata lokal melalui kolaborasi dengan mitra yang memiliki jaringan dan akses pasar lebih luas. Hanifah berharap peluang yang terbentuk melalui program ini dapat berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan.
“Kami berharap dengan Demo Day hari ini bisa membantu para pelaku usaha yang sudah datang di sini untuk mengembangkan usaha dan berkembang lebih maju lagi,” ujar Hanifah.
Pendampingan Membantu Pelaku Usaha Mengembangkan Bisnis
Dampak WISH 2026 juga dirasakan oleh para peserta, terutama melalui pembelajaran tentang pengelolaan usaha, pengembangan produk, kepemimpinan, dan strategi menarik investor.
Salah satu peserta, Co-Founder Neira Explorer Journey Ismy Wahyu, mengembangkan paket wisata yang memperkenalkan keindahan alam, sejarah, dan budaya Banda Neira, Maluku.
Menurut Ismy, keikutsertaannya dalam program ini memberikan perspektif baru mengenai faktor-faktor yang menentukan keberhasilan bisnis pariwisata. Selain kualitas produk dan pengelolaan keuangan, kepemimpinan juga berperan penting dalam membangun kepercayaan mitra maupun investor.
“Selain laporan keuangan serta produk yang baik, karakter dari seorang pemimpin ternyata juga memberikan pengaruh bagi kami pelaku usaha dalam menarik minat investor,” ungkap Ismy.
Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi Neira Explorer Journey untuk membangun usaha yang lebih profesional, memiliki arah pengembangan yang terukur, serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar.
Selain mendapatkan pendampingan, Ismy juga memperoleh kesempatan berjejaring dengan pelaku usaha dari berbagai daerah. Pertukaran pengalaman dan pengenalan terhadap karakter produk yang berbeda membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan paket perjalanan wisata Banda Neira dan memperluas jangkauan pasar.
Bagi pelaku usaha pariwisata daerah, pendampingan berkelanjutan dan akses terhadap jejaring bisnis menjadi faktor penting untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing dalam jangka panjang.
Ismy pun mengapresiasi penyelenggaraan WISH 2026 karena dinilai memberikan peluang lebih luas bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya.
“Jadi saya pribadi mengucapkan terima kasih atas program dari Kementerian Pariwisata ini karena telah memberi jangkauan yang lebih luas bagi kami. Tentunya kami berharap event ini terus ada dan pendampingan juga monitoring berkelanjutan bisa terus dilakukan,” kata Ismy.









