Cokelat Rasa Rendang, Inovasi Nusantara Tembus Pasar Global

0
45
Terve Chocolate hadir di TEI ke-41 pada 14—18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City (Foto: Kemendag)
(Vibizmedia – Industry) Terve Chocolate, produk CV Mimpi Masa Kecil Anak Indonesia, menghadirkan sensasi berbeda melalui perpaduan cokelat dengan cita rasa khas Nusantara, seperti rendang, tempe pedas, daun kelor, dan kunyit. Inovasi ini menjadi strategi untuk memperkuat daya saing cokelat Indonesia sekaligus menarik minat konsumen internasional.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Melalui Paviliun Archipelago of Cacao yang difasilitasi Kementerian Perdagangan, Terve Chocolate berkesempatan memperluas pasar sekaligus mengedukasi pengunjung mengenai kekayaan kakao Indonesia.

Perwakilan Terve Chocolate, Abay, mengatakan ide menghadirkan rasa Nusantara berawal dari pengalaman mengikuti pameran di luar negeri. Tempe dan rendang yang telah dikenal di pasar internasional menginspirasi perusahaan untuk mengembangkan varian cokelat yang berbeda dari produk pada umumnya.

“Kami mengembangkan dark chocolate 65 persen dengan varian crispy tempe spicy dan rendang Padang spicy,” ungkap Abay.

Keunikan produk Terve Chocolate juga terletak pada pendekatan bean-to-bar, yakni pengolahan biji kakao sejak awal hingga menjadi cokelat siap konsumsi. Biji kakao terfermentasi dari Jembrana, Aceh, dan Cilacap memiliki karakter rasa berbeda, mulai dari buah-buahan dan karamel hingga nuansa earthy dan nutty.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Terve Chocolate menyasar konsumen dewasa melalui konsep single origin, house blend, dan fancy chocolate. Sementara itu, segmen anak-anak diperkenalkan dengan cokelat susu yang mengandung dark chocolate.

Di sisi hulu, perusahaan bermitra dengan petani di 14 lokasi. Pendampingan dilakukan mulai dari perawatan tanaman hingga fermentasi biji kakao agar kualitas meningkat dan petani berpeluang memperoleh harga lebih baik.

Potensi kakao Aceh juga berhasil menarik perhatian. Pada 2026, cokelat asal Aceh yang dikembangkan Terve Chocolate meraih medali perak dalam ajang Cacao of Excellence di Amsterdam, Belanda.

Kini, produk Terve Chocolate telah menembus pasar Jepang dan Jerman. Melalui TEI, perusahaan berharap dapat menjangkau lebih banyak pembeli internasional.

Bagi Terve Chocolate, cokelat bukan sekadar produk makanan, melainkan juga sarana memperkenalkan kekayaan bahan baku Indonesia dan meningkatkan nilai tambah kakao bagi petani.