(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Senin siang ini (26/10), terpantau melemah 54,288 poin (1,00%) ke level 5.384,970 setelah dibuka naik ke level 5.442.300.
IHSG bergerak terkoreksi setelah 4 hari rally dari oversold dalamnya – area 6 tahun terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias melemah di minggu keputusan suku bunga the Fed, ECB, dan BOJ, juga harga minyak mentah dunia yang masih tinggi mengikuti tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini merosot tajam 0,91% atau 164 poin ke level Rp 18.120, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun setelah menguat di sesi global sebelumnya, dalam rentang konsolidasi menjelang pengumuman suku bunga di minggu ini dari the Fed, ECB, dan BOJ.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.894, serta terpantau tergelincir ke posisi sekitar 3,5 bulan terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG terpantau menguat tipis 3,042 poin (0,06%) ke level 5.442.300. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,313 poin (0,06%) ke level 546,739. Siang ini IHSG melemah 54,288 poin (1,00%) ke level 5.384,970. Sementara LQ45 terlihat turun 5,208 poin (0,06%) poin ke level 546,739.
Tercatat saat ini 189 saham naik, 474 saham turun dan 128 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang merosot turun 0,45%, dan Hang Seng yang naik 0,44%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini tertekan setelah 4 hari rebound, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed di minggu keputusan suku bunga beberapa bank sentral, dan harga minyak mentah dunia yang masih tinggi, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih dalam tekanan terbatas, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 5.55 dan 5.912. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,185 dan bila tembus ke level 4,907.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group









