French Tech Summit 2026 Bidik Peluang Ekspor, UKM Indonesia Disiapkan Tembus Pasar Eropa

0
93
Innovation Summit 2026
Presiden French Tech Indonesia, Reza Pir Nazar, FOTO: VIBIZMEDIA.COM/MARULI SINAMBELA

(Vibizmedia-Nasional) Kolaborasi teknologi antara Eropa dan Indonesia memasuki babak baru melalui penyelenggaraan French Tech Innovation Summit 2026 di Jakarta pada 10 November mendatang. Forum ini akan mempertemukan sekitar 150 pengambil keputusan dari perusahaan teknologi, startup, usaha kecil dan menengah (UKM), serta institusi publik untuk membahas peluang bisnis di bidang kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan perdagangan internasional.

French Tech Indonesia bersama Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN mengumumkan agenda tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Summit yang didukung Steinberg Protocol ini akan digelar di The Summit Club, Jakarta, dengan pembukaan oleh Duta Besar Prancis Fabien Penone.

Selain memperkuat kerja sama teknologi, forum ini diarahkan untuk mendorong terbentuknya kemitraan bisnis konkret antara perusahaan Eropa dan Indonesia, terutama di tengah peluang baru yang dibuka oleh EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU–Indonesia CEPA).

Presiden French Tech Indonesia, Reza Pir Nazar, mengatakan Indonesia memiliki ekonomi digital yang dinamis, sedangkan Eropa menawarkan teknologi, standar, dan dukungan investasi yang dapat memperkuat pertumbuhan kedua pihak.

“Dengan hadirnya CEPA yang membuka babak baru, summit ini bertujuan mengubah peluang tersebut menjadi kemitraan nyata: antara startup dan perusahaan besar, serta antara UKM Indonesia dan pasar Eropa,” kata Reza.

Salah satu fokus summit adalah keamanan data dan perlindungan sistem kritis, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital Indonesia. Panel Data & Cybersecurity akan menghadirkan Eva Noor dari XyneX International, Guilhem Garrel dari Thales, dan Firlie Ganinduto dari DigiScore, dengan Budianto dari Deloitte sebagai moderator.

Agenda lainnya adalah panel AI & Sovereignty, yang membahas bagaimana Indonesia dapat membangun dan mengelola teknologi AI secara mandiri tanpa menutup diri dari kolaborasi internasional.

Panel ini akan menghadirkan Alvin Evander dari MDI Ventures, Denny Muktar dari Google, dan Pandu Sastrowardoyo dari Blocksphere. Diskusi tersebut menjadi relevan di tengah kebutuhan Indonesia untuk memperkuat kapasitas teknologi nasional sekaligus memanfaatkan inovasi dan investasi global.

Kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa juga menjadi agenda penting. Sesi khusus CEPA akan membahas potensi perubahan dalam perdagangan bilateral serta kesiapan perusahaan Indonesia memenuhi standar lingkungan, sosial, dan tata kelola atau Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berlaku di pasar Eropa.

Sesi ini akan melibatkan Delegasi Uni Eropa dan EcoVadis. Pembahasan tersebut diharapkan membantu perusahaan Indonesia memahami persyaratan keberlanjutan yang semakin penting dalam rantai pasok internasional.

Bagi UKM Indonesia, pemahaman terhadap standar tersebut dapat menjadi salah satu faktor untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, dan membangun hubungan bisnis dengan perusahaan Eropa.

Namun, peluang itu juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan pasar tujuan, mulai dari tata kelola hingga praktik keberlanjutan.

Summit ini juga menyediakan ruang bagi pengembangan ekosistem startup melalui agenda business matching. Sesi tersebut mempertemukan startup inovatif dengan perusahaan besar melalui pertemuan bisnis satu lawan satu yang dijadwalkan sebelumnya. Sejumlah startup juga akan memperkenalkan produk dan layanan melalui stan pameran.

Sementara itu, program She Builds – Women in Tech Hackathon akan menampilkan babak final dan pemberian penghargaan kepada tim yang dipimpin perempuan. Tiga tim terbaik akan menerima penghargaan di atas panggung.

Agenda ini memperluas cakupan summit, tidak hanya pada investasi dan pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan kewirausahaan serta partisipasi perempuan dalam industri teknologi.

Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Fabien Penone menyebut summit tersebut sebagai salah satu agenda penting dalam Year of Innovation France–Indonesia 2026.

Menurut dia, forum ini sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antara pengambil keputusan publik, pemimpin teknologi, wirausahawan, dan pendiri startup dari kedua negara.

Inisiatif tersebut juga berkaitan dengan Paris Declaration, deklarasi bersama di bidang pendidikan, riset, dan mobilitas yang diadopsi Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada 28 Mei 2026.

Melalui forum ini, Prancis dan Indonesia berupaya memperkuat hubungan di sektor teknologi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi perusahaan, investor, dan pelaku usaha kedua kawasan.

Keberhasilan summit nantinya akan ditentukan oleh sejauh mana pertemuan dan diskusi tersebut menghasilkan kolaborasi bisnis, akses pasar, serta investasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem teknologi Indonesia dan Eropa.