Jakarta Fashion Week 2027 Perkuat Daya Saing Fesyen Indonesia

0
35
Pembukaan FashionLink Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 di Jakarta, Senin (26 Okt) (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Industry) Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan daya saing industri fesyen Indonesia melalui inovasi desain, pemanfaatan bahan baku lokal, serta perluasan akses pasar internasional. Upaya tersebut dinilai penting agar kreativitas desainer dan pelaku usaha nasional dapat berkembang menjadi peluang bisnis yang berkelanjutan.

Dalam pembukaan FashionLink Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 di Jakarta, Senin (26/10), Roro menegaskan bahwa produk fesyen Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. Menurutnya, integrasi rantai usaha dari hulu hingga hilir serta kolaborasi antara industri, desainer, dan UMKM menjadi kunci untuk memperkuat posisi produk lokal.

Kementerian Perdagangan juga mengapresiasi pengembangan platform ritel FashionLink dan Dewi’s Luxe Market yang mempertemukan desainer serta pelaku UMKM dengan konsumen dan pembeli. Kehadiran ruang transaksi dalam JFW, didukung BTN sebagai mitra perbankan, diharapkan tidak hanya memamerkan karya, tetapi juga membuka peluang bisnis dan ekspor.

Nilai pasar pakaian jadi dunia diproyeksikan mencapai USD 1,80 triliun pada 2026. Sementara itu, ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia selama Januari–Agustus 2026 mencapai USD 8,15 miliar dengan surplus perdagangan USD 2,18 miliar.

Dari total ekspor tersebut, pakaian jadi menyumbang USD 5,90 miliar atau sekitar 72,4 persen, tumbuh 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini membuka peluang diversifikasi pasar ekspor sekaligus memperkuat kontribusi industri fesyen terhadap perekonomian nasional.

Konsekuensinya, perlu peningkatan penggunaan bahan baku dalam negeri, inovasi desain, pemenuhan standar internasional, serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kepercayaan konsumen global.

Ketua Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menambahkan bahwa inisiatif Jakarta Fashion Force telah membantu desainer meningkatkan kapasitas dan mengikuti pameran di luar negeri. Sejumlah desainer bahkan berhasil memperoleh pembeli dan pesanan berulang.

Dukungan terhadap industri kreatif juga disampaikan Corporate Secretary BTN Ramon Armando. Menurutnya, keterlibatan BTN dalam JFW 2027 merupakan bagian dari komitmen mendukung pertumbuhan fesyen nasional dan meningkatkan daya saing UMKM.

Senada, Founder sekaligus Creative Director VAIA, Affania Fariza, berharap JFW 2027 dapat memperluas akses ekspor dan mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli internasional secara lebih efektif.

Kerja sama JFW dengan DORS Singapura yang memasuki tahun kedua turut diharapkan berkembang menjadi kemitraan dagang jangka panjang, sehingga karya fesyen Indonesia semakin dikenal dan diminati pasar dunia.