AirNav Indonesia Gandeng FAA Percepat Modernisasi Sistem Navigasi Penerbangan

0
97
Foto: Air Nav Indonesia

(Vibizmedia – Washington, D.C) AirNav Indonesia terus mendorong modernisasi sistem pelayanan navigasi penerbangan melalui penguatan kerja sama dengan Federal Aviation Administration–Air Traffic Organization (FAA-ATO) Amerika Serikat. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Program Management Review (PMR) yang digelar di Kantor Pusat FAA, Washington, D.C., pada 2–4 November 2026.

Pertemuan bilateral ini menjadi ajang pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan teknologi dan peningkatan efektivitas pengelolaan lalu lintas udara. Sejumlah agenda utama yang dibahas meliputi manajemen arus penerbangan, pengembangan sistem otomasi, serta optimalisasi pemanfaatan analisis data untuk mendukung keputusan operasional.

Dalam forum tersebut, FAA memperkenalkan berbagai teknologi yang telah diterapkan dalam pengelolaan lalu lintas udara, di antaranya Terminal Flight Data Manager (TFDM), Time-Based Flow Management (TBFM), dan Flow Management Data and Services (FMDS). FAA juga memaparkan penggunaan analitik prediktif untuk meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan dalam operasional penerbangan.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menilai, kolaborasi dengan FAA memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mempelajari teknologi, sistem, serta praktik terbaik pengelolaan lalu lintas udara di Amerika Serikat. Pengetahuan tersebut dinilai penting sebagai bekal dalam meningkatkan kemampuan AirNav menghadapi dinamika dan kompleksitas pengelolaan ruang udara nasional.

Avirianto menegaskan, kemitraan kedua lembaga diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berkembang menjadi kerja sama nyata yang dapat menjawab berbagai tantangan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia.

Selain pengembangan teknologi, kedua pihak turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama profesi pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC). Aspek yang menjadi bahan pembahasan meliputi standar pendidikan dan pelatihan, persyaratan kualifikasi, sertifikasi, pengukuran kompetensi, serta evaluasi kinerja personel yang diberlakukan FAA-ATO.

Berbagai standar tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi AirNav untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tugas operasional.

Rangkaian kunjungan kerja delegasi AirNav juga mencakup peninjauan FAA Air Traffic Control System Command Center (ATCSCC) di Warrenton, Virginia. Dalam kesempatan tersebut, delegasi mempelajari implementasi Air Traffic Flow Management (ATFM), mekanisme Collaborative Decision Making (CDM), dan berbagai sistem pendukung keputusan operasional.

Selain itu, pembahasan mencakup fungsi Joint Air Traffic Operations Command (JATOC), khususnya dalam mengoordinasikan penanganan situasi darurat maupun gangguan terhadap operasional penerbangan.

Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan, berbagai materi yang dibahas bersama FAA sejalan dengan program modernisasi pelayanan navigasi penerbangan yang sedang dijalankan perusahaan. Fokus pengembangan saat ini mencakup peningkatan otomasi manajemen lalu lintas udara, optimalisasi pengelolaan arus penerbangan, serta penguatan Aeronautical Information Management (AIM).

Lebih jauh, AirNav juga mulai mempersiapkan penerapan teknologi navigasi penerbangan generasi mendatang. Pengembangan tersebut meliputi Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE), System Wide Information Management (SWIM), dan Trajectory-Based Operations (TBO) untuk mendukung sistem pengelolaan penerbangan yang semakin terintegrasi dan berbasis informasi.

Kemitraan AirNav Indonesia dan FAA sendiri telah berlangsung melalui koordinasi operasional antara Ujung Pandang Flight Information Region (FIR) dan Oakland Oceanic FIR. Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui pembaruan Letter of Agreement pada 2023 serta penandatanganan Memorandum of Understanding pada November 2024.

Pertemuan PMR kali ini merupakan bagian dari pelaksanaan Collaborative Work Plan yang telah disepakati kedua lembaga. Hasil diskusi diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas, terutama dalam peningkatan kompetensi personel, pengembangan teknologi navigasi, dan optimalisasi manajemen lalu lintas udara.

Bagi AirNav Indonesia, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari FAA diharapkan menjadi salah satu landasan penting dalam mempercepat transformasi sistem navigasi penerbangan nasional agar semakin modern, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan industri penerbangan di masa mendatang.