BULOG Siapkan Diri Jadi Penyangga Jagung Nasional, Perkuat Kemitraan Petani dan Peternak

0
95
Foto: BULOG

(Vibizmedia – Jakarta) Perum BULOG berkomitmen memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan jagung nasional melalui pengembangan ekosistem kemitraan yang menghubungkan petani jagung, koperasi, dan peternak ayam petelur. Skema ini menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun rantai pasok pangan yang terintegrasi, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil peternakan.

Melalui pola kemitraan tersebut, petani diharapkan memperoleh kepastian penyerapan hasil panen dengan harga yang layak. Sementara itu, peternak dapat mengakses bahan baku pakan dengan harga terjangkau dan pasokan yang lebih terjamin.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung di Kementerian Pertanian RI. Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Pengadaan, Direktur Pemasaran, dan jajaran BULOG.

Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah mendorong pembentukan sistem kemitraan berbasis koperasi yang mempertemukan petani sebagai produsen jagung dengan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.

Program ini menargetkan pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare dengan asumsi produktivitas rata-rata tujuh ton per hektare. Dari target tersebut, potensi produksi jagung diperkirakan mencapai 2,1 juta ton per tahun.

Sekitar 1,8 juta ton di antaranya direncanakan untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak melalui koperasi dan kelompok peternak. Dengan demikian, hubungan antara produsen dan pengguna jagung dapat terbentuk secara lebih terencana, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

BULOG Disiapkan Menyerap Surplus Produksi Jagung

Untuk mengantisipasi kemungkinan kelebihan produksi sekitar 300 ribu ton, BULOG diproyeksikan bertindak sebagai offtaker atau pembeli siaga yang menyerap hasil panen petani ketika produksi melimpah.

Jagung yang telah diserap selanjutnya dapat dikelola sebagai cadangan melalui mekanisme sistem resi gudang. Persediaan tersebut nantinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan peternak ketika pasokan di pasar mulai terbatas, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Penerapan skema ini diharapkan dapat mengurangi tekanan harga ketika musim panen berlangsung sekaligus menjamin ketersediaan jagung pakan sepanjang tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan ekosistem jagung nasional harus memberikan manfaat secara seimbang bagi petani dan peternak. Keduanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun ketahanan pangan nasional.

Menurut Amran, petani perlu mendapatkan kepastian pasar dan harga jual yang menguntungkan, sedangkan peternak harus memperoleh jaminan ketersediaan jagung sebagai bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau.

Ia menilai koperasi memiliki peran penting dalam menyatukan kepentingan kedua kelompok tersebut sehingga rantai pasok dari hulu hingga hilir dapat berjalan lebih efektif.

Amran juga menekankan pentingnya BULOG sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga jagung. Ketika terjadi surplus produksi, BULOG diharapkan dapat menyerap hasil panen dan mengelola persediaannya untuk kemudian disalurkan kembali saat kebutuhan peternak meningkat.

BULOG Perkuat Pengadaan, Pengelolaan Stok, dan Distribusi

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan kesiapan perusahaan menjalankan fungsi penyangga pasokan jagung nasional melalui sistem pengadaan, penyimpanan, dan distribusi yang terintegrasi.

Menurut Ahmad Rizal, keberadaan mekanisme penyerapan oleh BULOG akan memberikan kepastian pasar bagi petani ketika produksi jagung meningkat. Di sisi lain, BULOG juga dapat membantu memenuhi kebutuhan peternak melalui kebijakan stabilisasi yang sesuai dengan penugasan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab BULOG tidak hanya sebatas membeli hasil panen petani, tetapi juga memastikan cadangan jagung dikelola secara optimal agar dapat mendukung keberlangsungan usaha peternakan rakyat.

Melalui mekanisme tersebut, jagung hasil produksi dalam negeri akan diserap dan disimpan dengan baik, kemudian didistribusikan kembali kepada peternak melalui program SPHP sesuai ketentuan pemerintah.

Skema ini diharapkan menciptakan manfaat berantai bagi seluruh pelaku ekosistem. Petani memperoleh kepastian penyerapan hasil produksi, peternak mendapatkan akses bahan baku pakan yang lebih terjangkau, sementara pemerintah memiliki instrumen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional.

Perluas Penyerapan Telur hingga Program MBG

Pengembangan ekosistem jagung nasional juga dirancang berlanjut hingga tahap hilirisasi produk peternakan, khususnya telur ayam yang dihasilkan peternak mikro dan kecil.

Hasil produksi telur diharapkan dapat diserap melalui berbagai jalur pemasaran, mulai dari pasar reguler, pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengembangan industri pengolahan telur.

Dalam rancangan yang dibahas, sekitar 1,9 juta ton telur diproyeksikan terserap melalui pasar reguler, termasuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain memperluas pasar penjualan telur segar, pemerintah juga mendorong pengembangan industri pengolahan telur menjadi produk bernilai tambah, seperti telur cair dan tepung telur.

Pengembangan industri hilir tersebut diharapkan dapat memperluas pasar domestik sekaligus membuka peluang ekspor bagi produk peternakan Indonesia.

Melalui integrasi kemitraan petani, koperasi, BULOG, dan peternak, pemerintah berupaya membangun ekosistem jagung dan peternakan yang lebih kuat. Pendekatan ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan baku pakan, tetapi juga meningkatkan kepastian usaha serta kesejahteraan petani dan peternak dalam jangka panjang.