Kualitas Hidup Penduduk Meningkat, IPM Indonesia Capai 76,59

0
72
Foto: BPS

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2026 mencapai 76,59. Angka ini mengalami kenaikan 0,69 poin dibandingkan capaian 2025 yang tercatat sebesar 75,90. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berhasil mempertahankan posisi dalam kelompok negara dengan kategori pembangunan manusia tinggi.

Kenaikan IPM ini mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat yang mencakup tiga aspek utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. BPS menilai perkembangan positif tersebut sejalan dengan tren peningkatan pembangunan manusia yang berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa seluruh komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan pada 2026.

“IPM Indonesia tahun 2026 mencapai 76,59 meningkat 0,69 poin dibandingkan tahun 2025. Capaian IPM Indonesia berada dalam kategori ‘Tinggi’,” ujar Edy dalam pemaparan hasil IPM 2026.

Dari aspek kesehatan, umur harapan hidup saat lahir tercatat mencapai 74,68 tahun, bertambah 0,21 tahun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 74,47 tahun. Perkembangan ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi kesehatan masyarakat yang turut didukung oleh meningkatnya kesadaran terhadap persalinan di fasilitas kesehatan, penggunaan air minum layak, serta akses terhadap layanan kesehatan.

Pada sektor pendidikan, harapan lama sekolah penduduk Indonesia mencapai 13,34 tahun atau meningkat 0,04 tahun dibandingkan 2025. Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas naik menjadi 9,16 tahun dari sebelumnya 9,07 tahun.

Perbaikan juga terlihat pada indikator standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan tercatat sebesar Rp13.368.000 pada 2026. Nilai tersebut meningkat sekitar Rp566 ribu dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya.

Dilihat berdasarkan persebaran wilayah, perkembangan pembangunan manusia menunjukkan hasil yang semakin positif di sebagian besar provinsi. Dari seluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 30 provinsi telah masuk kategori IPM tinggi, lima provinsi berada dalam kategori sangat tinggi, dua provinsi termasuk kategori sedang, dan satu provinsi masih berada pada kategori rendah.

DKI Jakarta menempati posisi teratas dengan IPM sebesar 85,88. Posisi berikutnya ditempati DI Yogyakarta dengan 83,43, Kepulauan Riau 81,12, Kalimantan Timur 80,09, serta Bali sebesar 80,03. Sebaliknya, Papua Pegunungan mencatat IPM terendah, yakni 55,25.

Edy mengungkapkan bahwa DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat pembangunan manusia tertinggi, sedangkan Papua Pegunungan berada pada posisi terendah.

Perubahan kategori pembangunan manusia juga terjadi di empat provinsi. Bali dan Kalimantan Timur berhasil meningkat dari kategori tinggi menjadi sangat tinggi. Sementara itu, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan mengalami perbaikan dari kategori sedang menjadi tinggi.

Adapun berdasarkan pertumbuhan nilai IPM, DI Yogyakarta mencatat kenaikan paling besar, yakni 0,95 poin. Berikutnya adalah Sulawesi Tenggara dengan peningkatan 0,94 poin dan Sulawesi Tengah sebesar 0,87 poin.

Peningkatan IPM DI Yogyakarta terutama ditopang oleh kemajuan pada dimensi pendidikan. Berbagai program beasiswa serta perluasan kesempatan memperoleh pendidikan dinilai turut berkontribusi terhadap peningkatan indikator tersebut.

Secara keseluruhan, perkembangan IPM 2026 memperlihatkan bahwa kemajuan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerataan akses layanan kesehatan, kesempatan pendidikan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan hidup layak tetap menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan manusia di berbagai daerah Indonesia.