
(Vibizmedia – Nasional) Dengan potensi yang dimiliki Indonesia melalui produk-produk yang dapat menembus pasar non tradisional, pemerintah mendorong para eksporter untuk dapat memperluas pasar ekspornya.
Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Perdagangan dan para duta besar untuk mengejar pasar-pasar non tradisional bukan pasar – pasar lama atau tradisional karena Indonesia memiliki potensi dimana produknya bermacam-macam.
Presiden sampaikan bahwa pemerintah telah memberikan kesempatan terutama kepada eksporter pemula sesuai dengan paket kebijakan ekonomi yang telah diluncurkan pemerintah untuk mendapatkan kredit usaha kecil (KUR) dengan bunga sangat rendah sebesar 9%.
Selain itu juga, pemerintah menyediakan kredit khusus di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dengan nilai cukup besar kurang dari Rp 1 triliun yang dapat mendorong industri yang berorientasi ekspor, dimana pemerintah mencanangkan kedepannya orientasi ekspor adalah industri padat karya.
Ditengah melemahnya pasar tradisional untuk produk-produk ekspor, Presiden sampaikan yang paling penting adalah neraca perdagangan harus terus dipertahankan, berdasarkan data terakhir mengalami surplus sedangkan dari ekspor mulai merangkak naik dari bulan sebelumnya.
Adanya peluang untuk berkompetisi terlihat dimana harga rotan di Cirebon yang naik cukup signifikan dari harga Rp 1.200 meningkat menjadi Rp 1.700, terjadi akibat kurs dollar yang turun menjadi Rp 13.600 sehingga menguntungkan semua produk di Indonesia dengan keuntungan terbesar berasal dari ekspor yang mengunakan bahan baku lokal, ungkap Presiden Jokowi, Rabu (21/10).
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela








