Nilai Realisasi Investasi Tiongkok Masuk Dalam Top 5 Indonesia

0
779

Perlambatan ekonomi Tiongkok yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir diprediksi akan memberi dampak negatif pada kondisi perekonomian negara-negara berkembang atau emerging market termasuk Indonesia. Melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok diprediksi akan membuat para pengambil kebijakan di Indonesia lebih seksama dalam menganalisa putusan yang ditetapkan. Terlebih lagi Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan dagang yang cukup besar, baik dalam ekspor maupun impor. Demikian juga dengan sebagian negara-negara Asia Tenggara juga diperkirakan akan lebih rentan dari yang lain terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat sudah 15 tahun terakhir ini, Tiongkok telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari rantai pasokan produsen Tiongkok, seperti Indonesia.

Namun meski ekonominya sedang melambat, para investor Tiongkok nampaknya tetap agresif menggelontorkan dananya ke Indonesia setelah merangsek masuk ke dalam lima besar negara yang merealisasikan investasi. Selama kuartal III 2015, Tiongkok berhasil menduduki peringkat ke-5 yang nilai realisasi investasinya mencapai US$ 245,75 juta dengan jumlah proyek mencapai 300 proyek. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani menyampaikan bahwa nilai realisasi investasi tersebut berarti kenaikan 151 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya (Q3-2014) yang kala itu berada di level US$ 97,5 juta.

 

Read more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here