Tunjangan Karyawan CPIN Membengkak, Sahamnya Berpotensi Sideways

0
813

Salah satu emiten pakan ternak Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPIN) memiliki porsi hutang yang cukup bervariasi dimana hutang jangka panjangnya mengalami peningkatan sedangkan hutang jangka pendeknya mengalami penurunan. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, total liabilitas jangka pendek CPIN menurun sebesar menjadi Rp 3,58 triliun dari periode Desember lalu yang mencapai Rp 4,46 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh menurunya uang muka pelanggan sebesar 605,01% menjadi Rp 2,79 miliar dari periode Desember tahun lalu sebesar Rp 19,67 miliar. Selain itu, hutang pajaknya hingga Maret 2015, menurun menjadi Rp 219,38 miliar dari yang sebelumnya berjumlah Rp 365,05 miliar.

Dalam pos hutang jangka panjang, hutang bank jangka panjang CPIN meningkat sebesar 45,76% menjadi Rp 6,88 triliun dibandingkan periode Desember lalu sebesar Rp 4,72 triliun. Di samping itu, liabilitas imbalan kerja jangka panjang perseroan meningkat menjadi Rp 381,39 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp 375,37 miliar. Total liabilitas jangka panjang CPIN mencapai Rp 11,11 triliun, meningkat 13,02% dari jumlah periode Desember lalu yang mencapai Rp 9,83 triliun.

Namun, liabilitas imbalan kerja karyawan perseroan dalam jangka pendek tercatat membengkak signifikan menjadi Rp 41,75 miliar dibandingkan periode Desember lalu yang sebesar Rp 2,03 miliar. Di sisi lain, hutang jangka panjang CPIN dengan pihak berelasi berhasil diturunkan sebesar menjadi Rp 252,92 miliar dari periode sebelumnya Rp 268,85 miliar.

Read more

Seno Kuncoro/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here