Evaluasi Kementerian Mulai Dilakukan, Presiden Minta Laporan Kinerja 6 Bulanan

0
1056

(Vibizmedia – Nasional) Presiden Joko Widodo hari ini Senin (15/6), menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, membahas rencana kerja pemerintah tahun 2016 sesuai dengan agenda kepresidenan.

Dalam pembukaan sidang kabinet, tiba-tiba Presiden Jokowi meminta laporan pencapaian program atau kinerja yang telah dilakukan selama 6 bulan mulai dari November 2014 hingga April 2015 oleh seluruh kementerian dan lembaga pemerintah. Dalam 2 hari harus diselesaikan dan dilaporkan secara rinci dan tidak lebih dari dua halaman karena akan digunakan untuk memberikan penilaian secara keseluruhan, ungkapnya Jokowi.

Hampir semua menteri kabinet kerja Jokowi JK hadir dalam rapat, termasuk Kapolri Badrodin Haiti, Panglima TNI Moeldoko dan Kepala BIN Marciano Norman. Hampir delapan bulan kabinet kerja bekerja, kondisi perekonomian tidak kunjung membaik. Baik masyarakat maupun dunia usaha justru semakin dihadapkan pada tekanan ekonomi dan kondisi iklim usaha yang penuh ketidakpastian dan semakin rumit. Untuk itulah perlunya evaluasi.

Beberapa faktor yang menjadi perhatian diantaranya pertumbuhan ekonomi anjlok dan terjadi penurunan kualitas, pada triwulan I 2015 pertumbuhan ekonomi sebesar 4,7% merupakan pertumbuhan terendah atau terburuk sejak 2009. Penurunan investasi dan indeks tendensi bisnis dimana pertumbuhan investasi masih tetap melambat dari 20,22% (yoy) pada triwulan I 2014 menjadi 10,16% pada triwulan I 2015, porsi investasi terhadap GDP turun dari 33,46% pada triwulan IV 2014 menjadi 31,94% pada triwulan I 2015.

Kinerja neraca perdagangan selama lima bulan terakhir mengalami perbaikan, surplus neraca perdagangan bukan karena ditopang membaiknya kinerja ekspor melainkan tertolong oleh turun drastisnya impor. Januari-April 2015, ekspor turun 11,01% dan impor turun hingga 17,03%, akibatnya terjadi defisit neraca pembayaran.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam waktu kurang dari 8 bulan memasuki bulan Mei anjlok ke level Rp 13.129, terjadi tekanan depresiasi rupiah. Melambatnya penyaluran kredit perbankan, menurun dari triwulan sebelumnya 11,6% (yoy) pertumbuhan kredit triwulan I 2015 hanya 11,3% (yoy), Perlambatan laju kredit terutama pada kredit modal kerja (KMK) dari 1,56% (mtm) pada Februari menjadi 0,74% (mtm) pada Maret 2015 dan sampai dengan Mei 2015 penyaluran total kredit justru semakin melambat hanya tumbuh pada kisaran 10%, jauh di bawah target pemerintah untuk tumbuh 15%-17%.

Dalam rangka upaya Presiden untuk melakukan evaluasi kinerja para menteri perlu dilakukan secara komprehensif sehingga evaluasi kinerja harus diarahkan pada evaluasi menyeluruh atas kelebihan dan hambatan yang dialami institusi kementeriannya, bukan sekadar terhadap kinerja personal menterinya, sehingga dapat menghasilkan solusi menyeluruh atas kelemahan kinerja organisasi pemerintahan yang terjadi.

Journalist  : Rully
Editor       : Mark Sinambela
Pic           : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here