Bank Indonesia (BI) dan Dana Moneter Internasional (IMF) sepakat pembiayaan infrastruktur dapat mengatasi masalah pembangunan. Namun, permasalahan utama dalam pembangunan di tengah gejolak ekonomi seperti sekarang adalah pembiayaan. Bagi kawasan Asia, pembangunan infrastruktur dianggap sebagai salah satu kunci peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Oleh sebab itu, upaya mencari jalan dan bentuk pembiayaan tersebut menjadi penting. Hal itu disarikan dari konferensi internasional yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) dan Dana Moneter Internasional (IMF), pada hari Rabu, 2 September 2015, yang bertema “The Future of Asia’s Finance”.
Dalam sambutan pembukanya, Gubernur BI, Agus D.W Martowardojo, menegaskan keseriusan Pemerintah RI dalam membangun infrastruktur dan konektivitas antar daerah. Tentunya hal ini membutuhkan pembiayaan yang besar, yang telah diupayakan melalui berbagai langkah, antara lain seperti pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sehingga memberi ruang fiskal yang cukup, hingga kerjasama dalam skema private public partnership (PPP).









