(Vibizmedia – Nasional) Sebagai langkah memperkuat struktur Pembiayaan Ekspor Indonesia, pemerintah mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank untuk memberikan pembiayaan ekspor melalui program National Interest Account (NIA).
Pelaksana Tugas Sementara (Plt) Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa pembiayaan melalui program NIA tersebut diberikan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk masuk ke pasar non tradisional.
Dalam NIA ini, ada sebanyak 6 BUMN yang masuk dalam pipeline pembiayaan. Ketentuan ini berlaku bagi pembiayaan yang tidak feasible. Sebagai contoh, tahun 2016 lalu PT Industri Kereta Api (INKA) mendapatkan tender pengadaan kereta penumpang sebanyak 150 gerbong ke negara Bangladesh, secara pembiayaan ekspor gerbong kereta tersebut dibiayai oleh Indonesia Eximbank melalui program NIA, ungkap Susiwijono, Selasa (7/2).
Tahun 2017 ini, Indonesia Eximbank mempersiapan dana alokasi untuk program NIA untuk membiayai 6 BUMN yang telah masuk dalam pipeline tersebut sebesar Rp 2 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun yang sisanya digunakan untuk pembiayaan lainnya.
6 BUMN yang dimaksud adalah PT INKA dengan negara tujuan Bangladesh dan Srilanka, PT Len Railways System ke Bangladesh dan PT Barata Indonesia ke Amerika Selatan, PT Dirgantara Indonesia ke Senegal, Uni Emirate Arab, Thailand dan Nepal, PT Pindad ke Asia Pasific dan Afrika dan PT PAL Indonesia ke Filipina.
Skema NIA melalui proses mulai dari pembina sektor Kementerian Perindustrian yang kemudian menyurati Kementerian Keuangan, ungkap Susiwijono.
Journalist : Rully
Editor : Mark Sinambela









