Presiden Jokowi : Solusi Permasalahan Global, Nasionalisme dan Internasionalisme Berjalan Berdampingan

0
917
Presiden Joko Widodo meresmikan pembukaan Indian Ocean Rim Assosiation Leaders Summit 2017 di Jakarta Convention Center, Selasa 7 Maret 2017. FOTO : BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia – Nasional) Untuk dapat menciptakan solusi atas permasalahan global saat ini, Presiden Joko Widodo sampaikan bahwa internasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar dalam bumi nasionalisme.

Dalam sambutannya pada pembukaan perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudaera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) 2017 di Jakarta Convention Center, Selasa (7/3), Presiden Jokowi sampaikan nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sari internasionalisme, ungkapnya.

Semua negara tentu akan memperjuangkan kepentingan negaranya masing-masing. Tetapi saat ini, teknologi menyebabkan globalisasi menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.

Justru karena globalisasi sudah tidak terelakkan lagi, kita menjadi semakin membutuhkan. Kita butuh internasionalisme, untuk menciptakan solusi-solusi atas hambatan, atas tantangan yang timbul akibat globalisasi, terang Presiden.

Saat dunia berada di tengah-tengah sebuah revolusi global pada masa ini. Yang harus dilakukan adalah pertama, sebuah revolusi teknologi yang tanpa belas kasihan telah mem-penetrasi, dan melakukan perubahan ke depan.

Kedua, sebuah revolusi politik yang berpotensi menandai permulaan sebuah era populisme dan kedua revolusi ini menyatu itu seperti dua cairan yang eksplosif, yang mengalir bertabrakan, terang Presiden.

Hal ini dikatakan sebab, kawasan Samudera Hindia memiliki potensi untuk menjadi sebuah kekuatan baru dunia yang mampu berperan di Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, Australia dan Afrika Timur, ungkap Presiden.

Tahun 2015 lalu, pemerintah telah menerbitkan Deklarasi Kerja Sama Maritim IORA di kota Padang di Indonesia. IORA juga telah memfasilitasi banyak kemajuan yang konkret di bidang penanggulangan bencana, terangnya

Disamping itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pertemuan tingkat menteri negara anggota IORA beberapa waktu sebelumnya menghasilkan beberapa dokumen salah satunya adalah ‘Jakarta Concord’, yang hari ini akan ditandatangani oleh para pemimpin negara anggota IORA.

Dokumen ini merupakan rencana aksi pertama sejak pertama kali berdirinya organisasi ini 20 tahun yang lalu. Dokumen penting ini berisikan tentang komitmen pentingnya mengimplementasikan rencana aksi bagi para anggota IORA, terang Retno.

Selain itu, dokumen lain yang akan ditandatangani adalah deklarasi pencegahan dan pemberantasan terorisme, kekerasan dan ektremisme. Deklarasi ini bertujuan untuk menciptakan perdamaian, stabilitas dan mempromosikan pesan positif dari toleransi dan keberagaman, ungkapnya.

Retno berharap, dokumen tersebut dapat meningkatkan hubungan regional dan kerja sama antar negara-negara di Samudera Hindia, dan menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan di masa yang akan datang.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here