Selain Perbesar Belanja Modal, Pemerintah Tingkatkan Ekspor dan Investasi Capai Pertumbuhan Ekonomi 5,6% Tahun 2017

0
864
Presiden Joko Widodo. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia – Nasional) Presiden mendorong agar Kementerian/Lembaga melakukan penghematan besar-besaran agar target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 mencapai 5,6%.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ungkapkan mumpung saat ini baru masuk tiga bulan pertama, dirinya menginginkan agar target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 maupun 2017 mencapai 5,6%.

Penghematan ini dilakukan, karena menurutnya masih banyak sekali biaya-biaya yang bisa dipotong, biaya-biaya yang bisa dihemat dan dilarikan pada belanja modal, ungkap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (4/4).

Selain belanja modal, 2 hal yang paling penting menurut Presiden adalah meningkatkan ekspor dan meningkatkan investasi. Meningkatkan ekspor tersebut bukan karena barang yang mudah akibat pasar lesu, tetapi mulai melirik adanya pasar-pasar non-tradisional yang bertahun-tahun tidak pernah dilihat.

Presiden mendorong agar rombongan misi dagang dapat melihat opportunity, peluang-peluang yang ada di negara-negara itu, terutama yang penduduknya di atas 60, di atas 80, terang Presiden Jokowi.

Sedangkan yang berkaitan dengan investasi, Presiden ungkapkan bahwa peluang di Indonesia sangat besar dan banyak sekali investor yang berminat. Tetapi yang menjadi kendala adalah masalah diinternal sendiri seperti masalah regulasi, aturan-aturan yang masih dikeluarkan oleh Kementerian dan Direktorat Jenderal (Dirjen).

Presiden Jokowi tegaskan bahwa justru keinginannya agar para menteri dan kepala lembaga pemerintahan non kementerian memotong yang sudah ada agar hilang, bukan malah menambahkannya.

Menurut Presiden Jokowi, volume belanja pemerintah akan mencapai di atas Rp 2.200 triliun. Oleh sebab itu, Presiden meminta agar fokusnya harus diarahkan untuk target-target pembangunan. Ia menekankan, agar belanja modal yang diperbesar.  Karena itu, hal-hal yang tidak berkaitan dengan belanja modal, Presiden meminta agar dilihat secara rinci.

Untuk desain belanja 2018, dirinya sampaikan program-program yang berkaitan dengan infrastruktur prioritas nasional harus dapat diselesaikan. Jangan sampai setengah-setengah setengah main.

Saat ini, masih terdapat banyak sekali belanja-belanja yang non belanja modal terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan menurunkan angka kemiskinan, terang Presiden.

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here