Pemerintah Capai Pembangunan Jalan Tol 1.000 Km Melalui BLU LMAN

0
957
Ilustrasi jalan tol. FOTO : SETPRES/CAHYO

(Vibizmedia – Nasional) Bangun konektivitas adalah upaya pemerintah dalam menurunkan biaya logistik dan sebagai peningkatan daya saing nasional dan pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur, ditargetkan dalam periode 2015-2019 pembangunan jalan tol mencapai 1.000 kilometer, baik yang dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara maupun skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Untuk meningkatkan akselerasi pembangunan jalan tol, pemerintah meluncurkan Skema Pendanaan Pengadaan Tanah untuk Proyek Strategis Nasional yang ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 23 Perusahaan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati,  Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Ardan Adiperdana di Jakarta, Selasa (04/04).

LMAN merupakan terobosan yang meningkatkan kepastian dalam pengadaan tanah, sehingga pembangunan jalan tol bisa berlangsung lebih cepat dan tidak membebani alokasi belanja Kementerian PUPR. Dengan demikian, anggaran yang ada, bisa dialokasikan untuk meningkatkan konektivitas seperti pembangunan jalan di kawasan pinggiran, terang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Dalam APBN-P 2016, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 16 triliun untuk pengadaan tanah bagi Proyek Strategis Nasional melalui BLU LMAN. Sementara itu tahun 2017, Pemerintah telah mengalokasikan sebesar Rp 20 triliun untuk BLU LMAN.

Disamping itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kebutuhan pengadaan tanah tidak bisa diikat hanya dalam satu tahun anggaran. Belanja untuk mengadakan tanah adalah merupakan salah satu belanja modal yang sifatnya belanja investasi sehingga Pemerintah melakukan keputusan untuk mengalokasikan sebagian dari anggaran infrastruktur terutama untuk pengadaan tanah dalam apa yang disebut pendanaan below the line.

Yang dimaksud below the line adalah belanja investasi yang merupakan suatu bentuk penanaman modal seperti penanaman modal kepada BUMN. Sedangkan BLU LMAN, tujuannya adalah untuk membeli lahan dalam rangka untuk pembangunan infrastruktur. Dalam hal ini, LMAN memiliki peran dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembangunan infrastruktur terutama dalam hal pengadaan tanah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan yang menjadi sasaran prioritas pemerintah saat ini adalah penyediaan infrastruktur dan sesuai dengan RPJMN 2015 – 2019, ditargetkan terjadi penurunan biaya logistik dari 23,5% menjadi 19%.

 

Journalist : Rully
Editor      : Mark Sinambela

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here