Keberadaan Daging Kerbau Impor Mengancam Peternak Sapi Lokal?

0
1427

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita mengatakan, impor daging kerbau yang saat ini dilakukan oleh pemerintah hanya bersifat sementara.

Kementan meyakinkan bahwa keberadaan daging kerbau impor dari India tidak akan mengancam keberadaan peternak lokal. Meskipun memang pada bulan Ramadhan tahun ini, diperkirakan Bulog akan menjual sekitar 15 ribu ton, atau dua kali lipat dibandingkan ketuhan normal.

Ketut menjelaskan, impor daging ini dilakukan karena ketersediaan produksi daging sapi lokal pada 2017 belum mencukupi kebutuhan nasional. Dikatakan Ketut, berdasarkan prognosa produksi daging sapi di dalam negeri pada tahun ini sebesar 354.770 ton, sedangkan perkiraan kebutuhan sebesar 604.968 ton. Menurut Ketut, pihaknya tetap konsisten memprioritaskan dan memperhatikan usaha peternakan rakyat dan keberadaan ternak lokal untuk pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri.

 “Sehingga untuk memenuhi kekurangannya dipenuhi dengan impor, baik dalam bentuk impor sapi bakalan maupun daging,” ujar Ketut melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (9/6).

Menurutnya, pemasukan daging kerbau ke Indonesia melalui penugasan dari pemerintah kepada Perum Bulog, hal itu bertujuan bukan untuk mengguncang harga daging sapi lokal. Namun untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum bisa menjangkau harga daging sapi, supaya ada alternatif harga untuk masyarakatnya menjangkaunya.

Kontroversi yang terjadi di masyarakat atas masuknya daging kerbau ini dikarenakan pada harga jual daging kerbau impor itu jauh lebih murah dari harga daging sapi lokal. Hal dikhawatirkan beberapa pihak akan mengurangi permintaan daging sapi lokal.

“Pemerintah memastikan, dengan adanya kebijakan impor sapi daging beku asal India tersebut tidak akan menimbulkan distorsi harga dan tertekannya harga ternak lokal yang menyebabkan menurunnya pemotongan sapi lokal di Rumah Potong Hewan (RPH),” ungkap Ketut.

Selain itu, dengan masuknya daging kerbau impor, harga daging sapi segar nyatanya tetap bertahan di kisaran Rp110 ribu-Rp120 ribu per kg. Harga itu masih dianggap wajar dan tetap memberikan keuntungan bagi para peternak sapi lokal.

“Sedangkan untuk harga sapi lokal di berbagai daerah sentra produsen masih sekitar antara Rp40 ribu sampai dengan Rp47 ribu per kilogram berat hidup tergantung kondisi sapinya. Dengan kisaran harga tersebut, peternak lokal masih mendapatkan keuntungan,” tutur Ketut.(em)

Journalist : Mytri
Editor      : Mark Sinambela                                                                                                                            Image    : kementan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here