(Vibizmedia–Nasional) Setelah 3 tahun, pemerintah telah menyelesaikan kereta Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta sebagai upaya mengatasi kemacetan di wilayah DKI Jakarta.
Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini merupakan proyek pembangunan infrastruktur transportasi yang pertama diresmikan Presiden Joko Widodo di tahun 2018 ini yaitu pada Selasa (2/1).
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pembangunan kereta bandara ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di Jakarta. Dengan hadirnya kereta bandara tersebut, ditambah dengan pembangunan LRT, MRT, dan integrasi dengan berbagai fasilitas transportasi lainnya, Presiden berharap agar masyarakat bersedia untuk beralih kepada transportasi massal.
Kita harapkan masyarakat sudah tidak banyak lagi yang menggunakan mobil-mobil pribadi. Tetapi semuanya mau berpindah kepada transportasi massal yang aman, nyaman, dan bisa kita gunakan bersama-sama, baik di Jabodetabek maupun menuju ke bandara ini, terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menjajal langsung pengoperasian kereta bandara tersebut dari terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Presiden ungkapkan kereta yang ia naiki terasa sangat nyaman dan bagus. Namun, baginya yang terpenting ialah ketepatan waktu yang mampu diberikan dari pengoperasian kereta tersebut. Ketepatan waktu yang dimaksud adalah 55 menit perjalanan.
Perlu diketahui bahwa desain pembangunan kereta bandara ini direncanakan untuk terintegrasi dengan moda transportasi massal lainnya. Saat ini pemerintah juga masih melakukan pembangunan LRT yang diperkirakan selesai pada 2019 mendatang.
Kereta bandara ini memiliki rute perjalanan mulai dari Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – Bandara Soekarno-Hatta. Rute perjalanan tersebut diperkirakan dapat ditempuh selama kurang lebih 54 menit dengan tarif kereta yang ditetapkan sebesar Rp 70 ribu untuk sekali perjalanan.
Konsep makro besarnya memang semuanya terintegrasi. Jadi busway, LRT, MRT, kereta bandara, dan kereta cepat semuanya dalam desainnya harus terintegrasi, jelas Presiden.
Dalam pengoperasian awal, kereta bandara untuk sementara hanya akan berangkat dari Stasiun Sudirman Baru mengingat pembangunan yang masih dilakukan di Stasiun Manggarai.
Journalist: Rully
Editor: Mark Sinambela









