Kapasitas Berlebih, Pemerintah Rencanakan Bangun Lapas di Pulau Terpencil

0
616
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto. FOTO : VIBIZMEDIA.COM/RULLY

(Vibizmedia-Nasional) Pemerintah merencanakan pembangunan lembaga permasyarakatan (Lapas) khusus narapidana korupsi, narkotika dan terorisme di pulau terpencil.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, kita punya pulau kalau ngga salah kan 17 ribu pulau, yang dihuni baru 11 ribu pulau, masih ada 6 ribu pulau yang tidak dihuni, jelasnya di Kantor Kemenko Polhukam pada Senin (17/6).

Dengan ditempatkan di pulau terpencil, Wiranto meyakini seorang napi tidak akan mudah mendapatkan cuti, dan tidak akan bisa ngelayap. Oleh karena itu pemikiran ke sana ada, cuma tentunya masih perlu suatu rencana rancangan dukungan lain yang bisa mengarah ke sana.

Saat ini, pemerintah sudah membangun lagi Lapas di Nusa Kambangan untuk menampung para pelaku tindak kriminal seperti koruptor, napi narkotika, dan terorisme. Namun, pemerintah juga mulai merencanakan bagaimana membangun Lapas-Lapas yang saat ini notabene-nya nyaris kegiatannya langsung berhubungan dengan publik, jelasnya.

Wiranto ungkapkan saat ini, Lapas berada di pinggiran kota, karena pada saat pemerintah Belanda dulu menjajah Indonesia, Lapas ini diletakkan tidak jauh dari kota, di pinggiran kota, apakah di Cipinang, di Sukamiskin, di Bali, di Makassar, dan di Manado.

Tapi karena perkembangan kota, Lapas itu sekarang menjadi di tengah-tengah kota, dan akhirnya Lapas itu sangat dekat dengan aktifitas publik. Maka terjadi sepeti sekarang ini, banyak yang bolos keluar, lalu ada transaksi narkotika, cuma dari lempar-lemparan lewat tembok aja bisa, jelasnya.

Wiranto pun ungkapkan bahwa lapas-lapas di Indonesia banyak yang sudah berkapasitas berlebih, terkait pembangunan lapas tersebut, Ia sampaikan pemikiran ke sana sudah kita lakukan, sudah kita rapatkan, tentu tinggal menunggu proses selanjutnya, jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here