(Vibiznews – Commodity) –Indonesia adalah pengimpor kedelai AS yang dipakai untuk membuat bahan makanan seperti tempe, tahu, susu kacang yang merupakan makanan sehari-hari sehingga kebutuhan akan kedelai sebagai bahan bakunya cukup besar.
Import kedelai Indonesia di tahun 2019 diperkirakan 5.000 MMT naik 3.39% dari tahun sebelumnya yang sebesar 4.850 MMT di tahun 2018. Pada 2018 kenaikannya terbesar 8.89% dari tahun 2017. Harga kedelai sangat penting bagi Indonesia karena masih bergantung pada kedelai luar.
Pada penutupan pasar akhir minggu, harga kedelai masih naik 2.5 sen walaupun secara mingguan harganya turun 2 sen, kenaikan terjadi karena penutupan posisi pada akhir minggu.
Pada minggu ini faktor yang menggerakan harga naik tidak ada karena laporan ekspor turun, cuaca sudah kembali normal, dan salju tidak turun lagi.
Harga kedelai naik Nopember naik 2.5 sen menjadi $9.34 per bushel, Harga Soybean Meal naik $1.70 menjadi $308.50 per ton, dan Harga minyak kedelai Desember turun 3 sen menjadi $30.36.
Harga kedelai minggu ini turun 2 sen, harga soymeal mingguan turun $2.30.
Laporan Ekspor mingguan USDA penjualan kedelai turun 13.5 % dibanding minggu lalu tapi diperkirakan ada ekspor sebesar 1.600 MMT untuk minggu yang berakhir pada 10 Oktober. Ekspor soy meal dibawah perkiraan pedagang sebesar 152,939 MT. Ekspor minyak kedelai sebesar 3,952 MT
http://vibiznews.com/2019/10/20/harga-kedelai-di-akhir-minggu-masih-naik/
Loni T / Analyst Vibiz Research Centre – Vibiz Consulting Group
Editor : Asido









