Menjelang Rally Besar-besaran dan Penolakan Pemilu di Kongres Amerika: 6 Januari 2021

0
2309
Keep America Great (Foto: Pexels)

(Vibizmedia – International) – Minggu ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah Amerika. Pada 6 Januari 2021, saat Kongres AS berencana akan mengesahkan atau mensertifikasi hasil pemilihan presiden, akan ada penolakan besar dari sejumlah senator dan ratusan anggota DPR AS terhadap hasil Electoral College. Sementara itu, saat ini sedang bergerak rally besar-besaran yang diperkirakan akan bisa dihadiri sampai 1,5 juta orang pendukung Trump yang akan berpusat di Washington DC.

Rally yang dimotori oleh Gerakan “Stop the Steal” disebutkan akan dipenuhi oleh lebih dari 1 juta orang sebagai protes atas kecurangan pemilu. Ali Alexander, organizer dari rally ini menyebutkan minat peserta rally kali ini delapan kali lebih besar dibandingkan dua event “Stop the Steal” sebelumnya serta rally doa di Washington pada 12 Desember lalu, dengan ratusan ribu orang yang berpartisipasi, demikian dilansir dari Epoch Times (30/12/20).

“Dengan presiden sudah tweeting, bagi kami ini adalah panggilan aksi. Kami telah siapkan banyak caravans, mencarter 100 bis lebih untuk ke Washington, D.C. Setahu saya lebih dari 30,000 kendaraan akan datang dari Washington State, California, Florida, Maine, dan dari berbagai penjuru Amerika untuk berkumpul di ibukota ini. Karenanya perkiraan saya setidaknya akan datang 1,5 juta orang. Tetapi mungkin juga lebih lagi,” ujar Alexander.

Alexander menekankan proses konstitusional adalah yang paling utama, untuk itu mereka berharap Kongres akan mempertahankan integritas suara pemilih.

“Bagi rakyat, ini waktunya untuk Kongres melakukan tindakan yang tepat,” tegasnya lagi. “Kita tidak peduli dengan urusan deadline birokrasi atau keputusan bodoh para hakim, kami peduli dengan dilakukannya hal yang benar, dan kita semua tahu ada kecurangan suara pemilih di negeri ini, itu kita semua tahu.”

Sementara itu, Amy Kremer, organizer dari “March for Trump” memberikan update tentang event yang disebutkannya akan berlokasi di The Ellipse, taman luas sebelah Selatan White House.

Organizer ini menyatakan mereka mendukung Trump dan protes terhadap pencurian pada pilpres, dengan banyaknya bukti kecurangan di berbagai negara bagian seperti yang di Georgia, demikian dilansir dari Epoch Times (4/1/21).

“Kubu Demokrat telah mengatur untuk mencabut dan menihilkan suara-suara pemilih dari Republican. Rakyat Amerika harus menghentikannya. Bersama dengan President Trump, kami akan lakukan apa saja untuk memastikan integritas pemilu demi kebaikan bangsa,” demikian disampaikan organizer Amy.

Trump sendiri telah mengumumkan Jumat lalu akan bergabung dengan gelombang protes, hal yang mendorong para pendukungnya untuk datang dan hadir di Washington D.C. Panitia memperkirakan akan dihadiri sampai 1,5 juta orang.

Di tempat lain, menjelang agenda pengesahan dari Kongres atas hasil pemilu AS, saat ini dikabarkan setidaknya ada 140 anggota DPR dari Republicans serta 12 senators yang sudah berjanji akan menolak hasil tersebut.

Para senator yang dipimpin Ted Cruz menyatakan akan menolak keputusan pemilu dari beberapa negara bagian yang disengketakan karena penipuan pemilih, pelanggaran dan lemahnya penegakan hukum pemilu yang belum pernah terjadi sebelumnya, sampai audit darurat 10 hari dari Hasil pemilu di setiap negara bagian telah selesai.

Cruz menyatakan, “Kita harus memiliki penelitian yang fair, audit yang fair pada hasil pemilu ini, dan kita harus menyelesaikan klaim-klaim ini, bukannya menghilangkannya dari tangan kita,” demikian dilansir dari CBN News (4/1/20).

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence, yang akan memimpin pertemuan Kongres 6 Januari ini, dalam rally diadakan di Georgia (5/1/21 – WIB) memastikan bahwa Senat akan mendengarkan bukti-bukti (kecurangan) pemilu yang akan diajukan.

Lalu, apakah ada kemungkinan hasil pilpres bagi Joe Biden akan dianulir Kongres dan Donald Trump akan kembali memimpin sebagai Presiden Amerika Serikat? Bisa jadi, itu yang akan terjadi. Karenanya, 6 Januari 2021 akan menjadi catatan penting dalam sejarah Amerika Serikat.

Emy T/Journalist/VM
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here