Kemenhub:  Manfaatkan TI untuk Pantau Cuaca Ekstrem

0
882
Ilustasi cuaca ekstrem. DOK: BMKG

(Vibizmedia – Nasional) Terkait dengan kondisi cuaca yang terkadang ekstrem dan membahayakan keselamatan dalam perjalanan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengemukakan, selaku regulator dibidang transportasi, telah melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan seluruh moda angkutan guna meningkatkan keselamatan baik di transportasi darat, laut, dan udara dengan berkoordinasi bersama BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan, cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini akan berlangsung hingga Maret 2021 dan kondisi ini dapat memicu curah hujan ekstrim yang berdampak signifikan dan harus diantisipasi oleh semua pihak termasuk sektor transportasi.

Menhub Budi dalam dialog publik konektivitas membangun bangsa, ‘Waspada Cuaca Ekstrem di Sektor Transportasi’ yang disiarkan secara virtual pada Selasa (2/2/2021), mengatakan akan mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di sektor transportasi melalui pemanfaatan teknologi informasi yang ada. Ini dilakukan dengan memaksimalkan penyebaran informasi dari beragam kanal media sosial, baik itu twitter, instagram, youtube channel, serta sosialisasi melalui beragam kegiatan diskusi publik diantaranya webinar.

“Hal itu pula sejalan dengan arahan Bapak Presiden yang berulang-ulang kali menghimbau bahwa kita semuanya harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, baik hujan lebat ataupun peringatan dini cuaca yang disampaikan oleh BMKG. Jadi ini sesuatu yang penting, oleh karenanya saya mengundang semua stakeholder perhubungan termasuk Taruna/i untuk menjalankan kegiatan transportasi,” katanya.

Penyediaan informasi cuaca terhadap moda transportasi ini, menurut Menhub Budi dapat membantu dalam mencegah terjadinya dampak buruk yang mungkin timbul karenanya. “Seperti pada sektor transportasi udara memudahkan memilih rute yang aman, begitu juga pada transportasi laut sehingga terhindar dari kecelakaan akibat gelombang tinggi. Kemudian pada sektor Perkeretaapian informasi tersebut diperlukan untuk melakukan pencegahan di beberapa wilayah rawan longsor,” jelasnya.

Kemenhub membutuhkan dukungan dari semua pihak seperti BMKG, BNPB, MTI dan penting sekali tentunya dari operator.

“Dengan proaktif melakukan koordinasi, informasi bisa tersampaikan dengan baik sehingga antisipasi bisa dilakukan sehingga memberikan keselamatan perjalanan. Disamping itu, saya juga mengajak untuk tidak saja merespon, melakukan mitigasi, dan memastikan keselamatan, tapi juga jangan lupa protokol kesehatan dijalankan dengan baik,” pungkas Menhub.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here