(Vibizmedia – Commodity) – Harga komoditas selama minggu ini mengalami kenaikan namun di akhir minggu para pedagang melakukan pengambilan keuntungan dari harga yang tinggi sehingga harga kopi, dan gula mengalami penurunan sedangkan harga kakao masih naik 3 hari berturut-turut.
Pada penutupan pasar hari Jumat 7 Mei 2021 harga soft commodities mixed, dengan harga kopi turun dari harga tertinggi 4 ¼ tahun dan harga kopi Robusta turun dari harga tertinggi 8 bulan, harga gula di New York turun sedangkan harga gula di London naik dan harga kakao naik untuk hari ke tiga berturut-turut.
Harga kopi pada penutupan pasar hari Jumat turun karena konsolidasi setelah pada hari Kamis naik ke harga tertinggi 4 ¼ tahun dan harga kopi Robusta naik ke harga tertinggi 8 bulan karena berkurangnya persediaan kopi global.
Harga gula pada penutupan pasar hari Jumat mixed , Harga gula di New York turun karena konsolidasi setelah pada hari Kamis harga gula naik karena cuaca kering di Brazil akan mengurangi hasil panen gula sedangkan harga gula di London masih naik
Harga kakao pada penutupan hari Friday naik untuk hari ke tiga hari berturut –turut, karena melemahnya indeks dolar ke kurs terendah 2 bulan pada hari Jumat membuat harga kakao naik.
Adapun penggerak pasar pada minggu ini adalah sebagai berikut :
KOPI
Harga kopi Arabika Juli di ICE New York turun $1.40 (0.91%) menjadi $152.90 dan harga kopi Robusta Juli di ICE London turun 0.52%.
Faktor penggerak pasar Kopi:
- Produksi kopi dunia di 2020/21 ( Oktober – September) naik 5% dari tahun lalu menjadi 169.633 juta kantong menurut ICO.
- Konsumsi kopi global di 2020/21 naik 1.3% dari tahun lalu menjadi 629 juta kantong menurut ICO.
- Pasar kopi dunia di 2020/21 akan menjadi surplus 286 juta kantong dari surplus 4.631 juta kantong di 2019/20.
- Produksi kopi Arabika Brazil di 2021 diperkirakan akan turun 32% dari tahun lalu menjadi 7.49 juta kantong dari 10.99 juta kantong di 2020 menurut Brazil Cooxupe coop.
- Ekspor kopi Brazil di Oktober – Februari naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 52.81 juta kantong.
- Produksi kopi Robusta di Brazil di 2021 diperkirakan akan naik 16% dari tahun lalu menjadi 16.6 juta kantong.
- Ekspor kopi Colombia pada bulanMaret naik 21 % dari tahun lalu menjadi 1. 143 juta kantong menurut the National Federation of Coffee Growers
- Perkiraan produksi kopi di Colombia stabil pada tahun 2021 sebesar 14 juta kantong menurut the Colombian Federation of Coffee Growers.
- Produksi kopi Arabika global di Oktober – Maret naik 5% menjadi 65.4 juta kantong menurut ICO.
- Produksi kopi robusta Vietnam akan turun 10 – 15% pada tahun 2021 karena bencana alam dan penurunan investasi menurut The Vietnam Coffee Association.
- Ekspor kopi Robusta Vietnam di Januari – April 2021 turun 6% dari tahun lalu menjadi 563,000 MT menurut Vietnam’s General Statistics Office .
- Persediaan kopi hijau di AS pada bulan Maret turun 9% dari bulan lalu dan 5.7% dari tahun lalu menjadi 5.679 juta kantong menurut The Green Coffee Association.
Analisa tehnikal untuk kopi dengan support pertama di $ 150 dan berikut ke $147 sedangkan resistant pertama di $ 157 dan berikut ke $ 160.
GULA
Harga gula Juli di ICE New York turun 6 sen (0.34%) menjadi $17.49 dan harga gula Agustus di ICE London naik 0.39%.
Faktor Penggerak Pasar Gula:
- Produksi gula dunia di 2020/21 ( April / Maret) naik 0.9% dari tahun lalu menjadi 171.1 MT setelah turun 8.4% di 2019/20 menjadi 169.6 MMT menurut ISO.
- Pasar gula dunia di 2020/21 akan defisit 8 MMT dari surplus 900,000 MT di 2019/20 menurut ISO.
- Produksi gula Brazil, negara produsen gula terbesar di dunia di tahun 2020/21 diperkirakan akan naik 32 % dari tahun lalu menjadi 39.3 MMT dari 29.8 MMT di 2019/20 menurut CONAB.
- Persentase tebu yang dijadikan gula naik 46.4% di 2020/21 dari 34.9% di 2019/20 karena turunnya permintaan etanol menurut CONAB.
- Perkiraan produksi gula India di 2020/21 akan meningkat 9% dari tahun lalu menjadi 9 MMT menurut Indian Sugar Mills Association (ISMA)
- Perkiraan ekspor gula India di 2020/21 sebesar 4.3 MMT akan turun 25% dari 2019/20 menurut All India Sugar Trade Association.
- Produksi gula Thailand di 2020/21 dari 10 Desember – 15 Maret turun 8.2% dari tahun lalu menjadi 7.5 MMT Menurun The Thailand’s Office of Cane & Sugar Board .
- Perkiraan produksi gula Uni Eropa di 2021/22 akan turun 12% menjadi 15.4 MMT menurut the European Commission.
Analisa tehnikal untuk gula dengan support pertama di $16.60 dan berikut ke $16.10 sedangkan resistant pertama di $17.80 dan berikut ke $18.20
KAKAO
Harga kakao Juli di ICE New York naik $50 (2.07%) menjadi $2,463 per ton, dan harga kakao Juli di ICE London naik 2.05%.
Faktor penggerak pasar kakao :
- Perkiraan produksi kakao dunia di 2020/21 (Oktober – September) akan naik 2.5% dari tahun lalu menjadi 4. 843 MMT menurut ICCO
- Perkiraan produksi kakao yang digiling akan naik 0.5% dari tahun lalu menjadi 4.693 MMT menurut ICCO.
- Perkiraan pasar Kakao global di 2020/21 akan surplus 102,000 dari surplus 10,000 MT di 2019/20 menurut ICCO.
- Produksi Ivory Coast di 2019/20 diperkirakan naik 1.2% dari tahun lalu menjadi 2.18 MMT.
- Produksi Ghana 2019/20 diperkirakan naik 2.3% dari tahun lalu menjadi 850,000 MT menurut ICCO.
Analisa tehnikal untuk kakao dengan support pertama di $2,380 dan berikut ke $2,320 sedangkan resistant pertama di $2,470 dan berikut ke $2, 500.
Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting
Editor : Asido









