Transisi Energi Jadi Salah Satu Topik ISF 2024

0
195
PT PLN (Persero) mengharapkan dukungan internasional dan kolaborasi diperlukan dalam mendukung misi PLN dalam upaya menyukseskan transisi energi di Indonesia. (Foto: Courtesy/PLN)

(Vibizmedia – Internasional) Keberlanjutan pembangunan menjadi isu penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Belajar dari keberhasilan penyelenggaraan Forum Keberlanjutan atau Sustainability Forum sebelumnya, yang menghasilkan pedoman pelaksanaan pembangunan secara rinci, tahun ini Indonesia akan melangsungkan forum serupa.

Deputi Bidang Koordinasi dan Transportasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin mengatakan skala forum tahun ini akan lebih besar dan menghadirkan lebih banyak pembicara.

“Tahun lalu di Park Hyatt, tahun ini di JCC. Sehingga pembicaranya lebih banyak lagi. Jadi saat ini kita akan mengundang sekitar 250 (pembicara), ada beberapa kepala negara, menteri dari berbagai negara. Mungkin pesertanya kita estimasi bisa 5.000 dan ada lebih dari 20 topik yang kita akan bicarakan,” ungkap Rachmat dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (22/3).

Rencananya, acara ini akan digelar pada 5-6 September 2024, di Jakarta Convention Center (JCC) yang akan membahas setidaknya sembilan topik besar, antara lain transisi energi, industri hijau, keanekaragaman hayati dan konservasi alam, kehidupan berkelanjutan, dan ekonomi biru, serta key enablers yakni green financing & carbon pricing, technology, human capital, policy & international collaboration.
Transisi Energi

Transisi energi adalah salah satu topik yang diperkirakan akan sangat menarik perhatian mengingat Indonesia sedang melakukan transisi ke arah ini setelah memiliki ketergantungan yang cukup lama terhadap energi fosil.

“Mungkin sangat berbeda dengan negara-negara maju yang sudah selesai, atau ibaratnya pembangkitannya (listrik) atau mungkin fossilnya sudah tua dan sebagainya. Kalau kita mungkin belum. Jadi isunya akan sangat berbeda, kita perlu raise, dan tentunya isu itu akan bisa jadi platform atau template dari negara berkembang lainnya,” jelasnya.

ISF nanti juga diharapkan akan mendorong lebih banyak kolaborasi multi pihak dari pemerintah dan para pelaku bisnis dari negara maju hingga negara berkembang untuk mendukung implementasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan mengatasi krisis iklim global.

Wakil Ketua Umum Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin Indonesia) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan sektor usaha memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam transisi menuju ekonomi hijau.

Sumber: voaindonesia.com