BI Terus Memperkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

0
146
BI Terus Memperkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

 

(Vibizmedia – Economy & Business) – Rupiah mengalami pelemahan akhir-akhir ini terutama disebabkan penguatan dollar Amerika Serikat dan tekanan geopolitik dunia saat ini.

Untuk itu Bank Indonesia terus memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan tercapainya sasaran inflasi. Dengan cara terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI.

Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung aliran masuk modal asing ke dalam negeri.

Hingga 14 Juni 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp666,53 triliun, 2.301,50 juta dolar AS, dan 395 juta dolar AS.

Penerbitan SRBI telah menarik aliran masuk asing ke dalam negeri. Ini tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp179,86 triliun (26,98% dari total outstanding).

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market baik dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil. Dan didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, untuk mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik.

Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,09% pada 19 Juni 2024.

Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 14 Juni 2024 tercatat menarik. Masing-masing pada level 7,16%, 7,28%, dan 7,35%. Sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen pro-market dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh likuiditas perbankan yang memadai. Hal ini sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak kebijakan transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga perbankan terjaga.

Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Mei 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,61% dan 9,26%, relatif stabil. Jika dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya.

Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun per 19 Juni 2024 tercatat sebesar 6,70% dan 7,13% relatif meningkat. Khususnya pada tenor 10 tahun, sebesar 22 bps dibandingkan dengan akhir Mei 2024. Hal ini sejalan yield US Treasury dan premi risiko pasar keuangan global yang masih tinggi.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting