Kominfo Wujudkan Visi Indonesia Digital Melalui Digitalisasi Sektor Pos dan Logistik Nasional

0
564
Menkominfo Budi Arie Setiadi (Foto: Humas Kominfo)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mendorong digitalisasi sektor pos dan logistik nasional melalui penggunaan teknologi logistik dan sistem penelusuran barang (tracking system) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Digital (VID) 2045. Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, dalam keterangannya pada acara peresmian kantor Sentral Pengolahan Pos (SPP) Jakarta Timur dan Automasi PT Pos Indonesia, yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-278 PT Pos Indonesia pada Senin, 26 Agustus 2024.

Budi Arie menyatakan bahwa berbagai inovasi produk dan layanan yang telah dikembangkan PT Pos Indonesia harus mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan. Hal tersebut dapat dicapai melalui perbaikan terhadap 744 layanan pos yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia juga berharap PT Pos Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan memanfaatkan peluang dari digitalisasi dan kemajuan teknologi.

Menurut Menkominfo, transformasi digital membuka peluang pengembangan di berbagai sektor, termasuk industri pos dan logistik. Dalam hal ini, PT Pos Indonesia didorong untuk melakukan digitalisasi dan automasi dengan memanfaatkan teknologi robotik dan Radio Frequency Identification (RFID) dalam proses penyortiran kiriman, sehingga dapat memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di sektor pengiriman. Namun, Menkominfo menekankan bahwa peningkatan jangkauan dan kualitas layanan pos memerlukan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan industri pos yang efektif, efisien, dan berdaya saing.

Budi Arie juga mengapresiasi PT Pos Indonesia yang telah berikrar untuk mendukung upaya pemberantasan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol), sebagai bagian dari komitmen untuk memerangi judi online. Ia menekankan bahwa judi online merupakan masalah serius yang telah diinstruksikan oleh Presiden Jokowi untuk ditangani oleh seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah. Menkominfo menegaskan perlunya sinergi dan kolaborasi dari semua pihak dalam mengatasi judi online, mulai dari tahap pencegahan hingga kampanye publik dan pembentukan kebijakan.

Menkominfo juga meminta dukungan dari seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk mencegah dan menghentikan penyebaran konten negatif di internet, terutama judi online dan judi slot, guna memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem digital yang maju dan bebas dari konten negatif.

Acara tersebut dihadiri oleh Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Wayan Toni Supriyanto serta jajaran pimpinan Kemenkominfo dan PT Pos Indonesia.