Kemenperin Rancang Solusi untuk Atasi Kendala Rantai Pasok Industri Otomotif

0
401

(Vibizmedia – Jakarta) Di tengah ketidakpastian global, industri otomotif Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, baik untuk kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Selama Januari hingga Oktober 2024, produksi kendaraan roda dua mencapai 5,8 juta unit, dengan penjualan 5,4 juta unit dan ekspor CPU 458 unit. Pada sektor roda empat, produksi tercatat sebanyak 996 ribu unit, penjualan 710 ribu unit, ekspor CBU 390 ribu unit, dan impor CBU 80 ribu unit. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyebut pertumbuhan ini setara dengan 6,7% dibandingkan total tahun 2023.

Untuk mendukung transisi ke energi bersih dan target net zero emission (NZE), pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif seperti penghapusan PPnBM, bea masuk 0%, serta PPN DTP untuk kendaraan listrik. Kemenperin juga menerapkan pendekatan berbasis multiple pathway yang diatur dalam Permenperin Nomor 36 Tahun 2021, memberikan insentif bagi kendaraan dengan emisi karbon rendah yang memenuhi tingkat kandungan lokal tertentu.

Wamenperin menambahkan, target TKDN untuk kendaraan listrik telah diubah menjadi minimum 40% hingga 2026, 60% hingga 2029, dan 80% mulai 2030. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dalam negeri sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja. Faisol menilai, dalam lima tahun ke depan, pasar otomotif akan didominasi kendaraan listrik, sehingga pemerintah perlu memastikan kelancaran transisi dari bahan bakar fosil ke teknologi listrik.

Ketua Satgas Transisi Energi Nasional, Rachmat Kaimuddin, menegaskan bahwa peralihan ke kendaraan listrik juga menjadi tren global, dengan penurunan penjualan kendaraan berbahan bakar konvensional sejak 2017. Ia menyebutkan pentingnya memastikan produk kendaraan listrik yang masuk ke Indonesia memiliki kualitas yang baik, demi memberikan kepuasan kepada konsumen.