Indonesia Menyediakan 30% Tenaga Kerja untuk Pabrik Global Nike dan Adidas

0
537

(Vibizmedia – Jakarta) Industri alas kaki dan pakaian Indonesia kembali menunjukkan daya saingnya di tingkat global, dengan semakin banyak merek ternama dunia, seperti Nike dan Adidas, yang memperluas produksi mereka di Indonesia dalam setahun terakhir.

Menurut keterangan Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, Indonesia kini menyumbang hampir 30% dari total tenaga kerja pabrik global kedua merek tersebut, yang mencerminkan semakin diakuinya daya saing industri manufaktur nasional.

Peningkatan produksi ini tidak hanya mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur kelas dunia, tetapi juga membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga kerja dalam negeri. Bahkan, Indonesia berhasil menarik lebih banyak alokasi produksi dari negara seperti China, Vietnam, dan Kamboja.

Pada sektor alas kaki, jumlah tenaga kerja meningkat sebesar 3% dengan penambahan 7.644 pekerja baru pada tahun 2024, sehingga total tenaga kerja di sektor ini mencapai 271.774 orang. Sementara itu, sektor pakaian mengalami pertumbuhan lebih pesat dengan kenaikan 30% year-on-year, menambah 10.013 pekerja baru dan membawa total tenaga kerja menjadi 36.409 orang.

Sebagian besar pabrik pemasok Adidas dan Nike di Indonesia dimiliki oleh investor asing, terutama dari China, Korea Selatan, dan Taiwan, yang semakin aktif merekrut tenaga kerja guna meningkatkan kapasitas produksi. Beberapa perusahaan, seperti Ontide dari Korea Selatan dan Korrun dari Vietnam, terus memperluas tenaga kerjanya di Indonesia.

Di sisi lain, PT Pancaprima Ekabrothers mengalami penurunan jumlah pekerja sebesar 10,9%, sementara Adidas dikabarkan tengah menjajaki pembukaan pabrik baru di Indonesia melalui kemitraan dengan PT Adonia dan PT Aroma.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa kinerja ekspor alas kaki dan pakaian Indonesia terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2024. Total nilai ekspor sektor ini mencapai USD 11,2 miliar, meningkat 9,8% dibanding tahun sebelumnya. Amerika Serikat tetap menjadi pasar terbesar dengan menyerap 60% ekspor pakaian Indonesia. Sementara itu, ekspor alas kaki ke negara tersebut tumbuh 24,6% year-on-year, mencapai USD 2,9 miliar.

Melihat tren positif ini, pemerintah memandangnya sebagai peluang besar untuk memperkuat industri dalam negeri. Selain meningkatkan daya saing global, pertumbuhan sektor ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat infrastruktur industri guna menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global. Selain itu, Kementerian Perindustrian juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga momentum pertumbuhan ini demi mendukung pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri yang lebih inklusif dan berkelanjutan.