(Vibizmedia – Gaya Hidup) Sebelum mulai mengatur lemari, luangkan waktu sejenak untuk merencanakan strategi “cara menata lemari” Anda.
Perlu membuat garis besar tujuan, harapan, dan visi Anda terhadap ruang lemari sebelum memulai, sehingga Anda bisa menyusun rencana dan bekerja secara strategis untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Langkah awal ini akan membantu Anda tetap fokus dalam mengambil keputusan dan tetap termotivasi jika semangat mulai kendur di tengah proses—dan ini memang sebuah proses. Tapi tetaplah konsisten, karena hasil akhirnya akan sangat sepadan!
Inilah yang Anda butuhkan:
- Tas belanja pakai ulang atau keranjang cucian untuk membuat tumpukan: simpan, buang, sumbangkan, dan jual.
- Kotak untuk menyimpan barang-barang yang sebenarnya bukan untuk lemari, seperti payung, alat pembersih, dll. “Di akhir proses penyortiran, Anda bisa mengembalikan barang-barang itu ke tempat yang seharusnya dan mengosongkan ruang di lemari,” jelas Brookshire.
- Gantungan baju seragam (matching hangers).
- Beberapa alat pengatur lemari utama.
- Meteran.
- Cermin badan penuh untuk ruang ganti darurat.
- Motivasi dan playlist musik yang seru (Spotify punya banyak playlist bersih-bersih siap pakai).
- Jadwal khusus untuk mengantar sumbangan ke tempat penampungan—Anda akan merasa lebih ringan setelah barang-barang itu keluar dari rumah.
Bersihkan dan Kosongkan Lemari Anda
Langkah ini mungkin terlihat sepele, tapi sebenarnya cukup sulit. Kadangkala proses mengosongkan lemari bukan hal yang menyenangkan tapi wajib dilakukan jika Anda benar-benar ingin jujur dengan diri sendiri tentang isi lemari dan melihat berapa banyak pakaian atau berbagai barang tertentu yang Anda punya. Bahkan bisa jadi Anda menemukan kembali beberapa barang favorit yang sudah terlupakan.
Sebelum memulai, ambillah foto “sebelum” agar Anda bisa melacak perubahan yang terjadi. Kemudian, keluarkan semua barang dari lemari dan laci, lalu kelompokan berdasarkan kategori seperti tank top, kaos lengan pendek, panjang, legging, jeans, dan lainnya.
Setelah lemari kosong, gunakan kesempatan ini untuk benar-benar membersihkan lemari, lap batang gantungan, dan bersihkan rak atau kotak penyimpanan dari debu. Saat rak kosong, ukur kedalaman dan lebarnya—pengukuran ini akan digunakan untuk memilih produk pengatur atau sistem lemari yang paling sesuai.
Singkirkan Barang-Barang yang Tidak Dibutuhkan
Setelah lemari kosong dan bersih, langkah selanjutnya adalah menentukan mana yang akan disimpan dan mana yang harus dilepas. Proses ini bisa menyita waktu, karena Anda benar-benar harus menyunting koleksi Anda. Agar lebih maksimal, usahakan menyelesaikan tahap ini dalam satu hari. Anda juga bisa mempertimbangkan membuat capsule wardrobe, yaitu koleksi pakaian sederhana dan saling melengkapi yang memudahkan proses berpakaian.
Sortir pakaian Anda ke dalam kategori berikut:
- Simpan: Barang-barang yang tidak bisa Anda tinggalkan. Jika ragu, tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya merasa percaya diri dan menarik saat memakainya? Apakah pakaian ini cocok dengan bentuk tubuh saya? Seberapa sering saya memakainya? Apakah bisa dipadukan dengan barang lain?
- Buang: Barang-barang yang rusak parah, bernoda tak bisa hilang, atau kondisinya terlalu buruk untuk disumbangkan, Anda bisa membuangnya, mendaur ulang, atau menggunakannya sebagai kain lap.
- Jual: Jeans branded, pakaian tren terbaru, sepatu, dan tas yang masih dalam kondisi baik bisa dijual secara online atau di toko barang bekas. Pastikan terlebih dahulu apakah barang serupa laku di pasaran dengan melihat aplikasi seperti Poshmark atau situs toko barang bekas lokal.
- Sumbangkan: Barang yang masih layak tapi tak lagi membuat Anda bahagia bisa disumbangkan.
- Daur Ulang: Punya denim lama? Beberapa jenis pakaian bisa didaur ulang.
Rancang Ulang Desain Lemari Anda
Kini saatnya memikirkan seperti apa lemari ideal versi Anda. Mungkin Anda sudah melihat inspirasi dari Pinterest, Instagram, atau acara TV. Buatlah ruang lemari yang tidak hanya fungsional tapi juga menyenangkan dan penuh energi positif. Tidak perlu biaya besar, cukup lakukan hal-hal kecil seperti:
- Cat ulang: Warna netral seperti abu muda, khaki terang, atau putih telur bisa memberikan nuansa segar.
- Pencahayaan: Ganti lampu lama dengan lampu baru yang Anda suka. Jika tidak ada pencahayaan sama sekali, pasang lampu tempel bertenaga baterai.
- Manfaatkan ruang vertikal: Tambahkan rak tinggi, pengait, atau gantungan ekstra.
- Pasang cermin: Cermin bisa membuat ruangan terasa lebih terang dan terbuka.
- Tambahkan meja rias: Gunakan sebagai tempat lipat pakaian, menyiapkan outfit besok, atau memajang perhiasan.
- Pasang pulau kecil (island): Untuk lemari yang luas, pulau kecil bisa jadi titik fokus indah sekaligus mencegah kekacauan.
- Gunakan pouf kursi: Menambah kesan cantik, berfungsi untuk duduk saat mengenakan sandal atau lotion.
Strategi Penyimpanan Lemari
Solusi penyimpanan mungkin tidak memperbesar lemari, tapi bisa membuatnya lebih efisien:
- Gunakan sistem lemari: Jika hanya punya batang gantungan, pertimbangkan investasi sistem lemari seperti ELFA, ClosetMaid, dua merek terkenal internasional yang menyediakan sistem penyimpanan modular dan organizer lemari. Mereka populer karena fleksibilitas dan kemudahan instalasinya.
- Gunakan wadah: Box plastik atau kotak kain bisa memisahkan kategori dan membuat akses mudah.
- Gantungan hemat ruang: Gantungan beludru ramping membuat lemari tampak rapi dan efisien.
- Manfaatkan ruang vertikal: Tambahkan rak gantung atau rak sepatu.
Cara Menata Pakaian
Pertimbangkan solusi yang bisa Anda jaga konsistensinya. Usahakan penyimpanan sesederhana mungkin agar mudah dikembalikan ke tempatnya. Ide penataan terbaik akan membantu Anda tahu apa yang dimiliki dan dibutuhkan.
Cara terbaik menata pakaian:
- Simpan pakaian yang paling sering dipakai di area terjangkau setinggi pinggang hingga bahu.
- Kelompokkan berdasarkan tema atau kesempatan: pakaian kerja, santai, pesta, dll.
- Urutkan berdasarkan jenis: lengan panjang, pendek, celana, rok.
- Gunakan kode warna untuk menata.
Gantung vs. Lipat
- Gantung: Blus, blazer, gaun.
- Lipat: Piyama, kaos, pakaian olahraga, baju renang.
- Sweater sebaiknya dilipat agar tidak melar—atau lipat di atas gantungan jika tak ada rak.
Lipat ala Marie Kondo:
Tujuannya agar semua pakaian terlihat seragam, rapi, dan mudah diambil.
Cara menggantung pakaian:
- Hadapkan semua ke arah yang sama.
- Urut dari lengan pendek ke panjang.
- Gantung pakaian panjang agar tidak menyentuh lantai.
- Gunakan kode warna.
- Simpan gantungan kosong di awal baris agar mudah saat menyimpan kembali pakaian.
Teknik Hemat Ruang:
- Gulung: Seperti saat packing koper—hemat ruang dan cocok untuk kaos & tank top.
- Penyimpanan gantung: Untuk aksesori, sepatu, pakaian.
- Vacuum bag: Untuk pakaian musiman atau yang jarang dipakai.
- Rotasi musiman: Simpan pakaian musim lain di area berbeda agar lemari utama tetap lapang.
Menyimpan Aksesori
- Tas: Pajang seperti di toko. Gunakan sekat akrilik untuk clutch kecil, isi bagian dalam untuk menjaga bentuk.
- Perhiasan: Gantung yang besar, simpan yang kecil dalam tray laci.
- Sepatu: Gunakan rak atau kotak sepatu dengan tutup transparan.
- Kaos kaki: Gulung/lipat lalu simpan dalam laci.
- Ikat pinggang: Lebih baik digulung daripada digantung.
- Topi: Pajang di rak atau dinding, seperti dekorasi.
- Dasi: Gulung seperti gulungan sushi untuk tampilan cantik dan mudah dicari.
Cara Tetap Rapi
Setelah rapi, Anda harus menjaganya tetap begitu:
- Jadwalkan perawatan: Cukup 5 menit seminggu dua kali.
- Jangan tunda cucian: Lebih baik mencuci sedikit-sedikit agar tidak menumpuk.
- Terus edit isi lemari: Letakkan kotak sumbangan/jual langsung di lemari.
-
Kebijakan satu masuk satu keluar: Sumbangkan satu barang setiap kali Anda membeli yang baru.