Akses Terbuka, Bantuan Mengalir: Penanganan Darurat di Sumut Mulai Berbuah Hasil

0
128

(Vibizmedia – Nasional) Upaya kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani darurat bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara mulai dirasakan warga terdampak. Salah satu kemajuan terlihat pada jalur Tarutung–Padang Sidempuan yang sebelumnya terputus akibat timbunan material longsor.

Akses darat yang juga menjadi penghubung utama antara Medan dan Padang di Sumatra Barat kini perlahan dapat dilewati berkat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum, TNI, dan Polri. Pantauan pada Senin (1/12/2025) menunjukkan alat berat dikerahkan di titik kilometer 12 Jalur Lintas Tarutung, tepatnya di Dusun Bupayung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok hingga Batu Jomba. Petugas di lapangan juga membantu pembersihan secara semi-manual dengan sekop dan alat bantu lainnya.

Hingga kini, 11 titik telah dapat dilewati kendaraan tertentu meski dengan kecepatan terbatas. Beberapa titik tersisa ditargetkan segera pulih. Sepeda motor hingga mobil kecil sudah dapat menjangkau wilayah yang sebelumnya terisolasi. Kondisi ini membuat distribusi logistik oleh pemerintah maupun relawan berjalan lebih optimal.

Di jalur Tarutung–Sibolga, kemajuan serupa juga terlihat. Akses yang mulai terbuka di wilayah Dusun Sibalanga Jae, tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, kembali menghubungkan warga dan memudahkan kerja lintas kementerian/lembaga dalam penanganan darurat. Kehadiran akses ini sangat membantu distribusi bantuan ke titik pengungsian dan memperlancar operasi Search and Rescue (SAR) dengan armada yang lebih lengkap.

Pemulihan jaringan listrik pun mulai dilakukan PLN setelah akses menuju wilayah terdampak terbuka, sehingga diharapkan aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, pembukaan akses jalur yang tertutup menjadi prioritas utama. “Pasukan TNI juga bergerak membawa logistik dengan ransel di punggung untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung menuju Sibolga dan wilayah lainnya,” ujarnya dalam keterangan kepada InfoPublik, Selasa (2/12/2025).

BNPB turut mengerahkan lima helikopter milik BNPB dan TNI AD untuk mengangkut bantuan dari Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, ke wilayah yang belum dapat diakses. Prajurit TNI dan Polri juga menembus titik longsor dengan berjalan kaki untuk membawa bantuan. “Tinggal beberapa desa yang kini mulai berangsur pulih,” kata Suharyanto.

Serangkaian upaya ini menjadi fokus pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama fase tanggap darurat hingga pemulihan, dengan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam percepatan penanganan bencana.