BNPB: Bencana Hidrometeorologi Masih Dominasi Laporan, Banjir Terjadi di Sejumlah Daerah

0
513
Banjir
Lokasi terdampak banjir di wilayah Kab. Barito Timur, Senin, 15 Desember 2025. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menghimpun laporan kejadian bencana yang terjadi sejak Minggu (14/12) hingga Senin (15/12) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data tersebut, bencana hidrometeorologi masih mendominasi laporan kejadian di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu kejadian banjir dilaporkan terjadi di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Hujan lebat dengan durasi panjang menyebabkan Sungai Balangan meluap dan merendam lima kecamatan pada Senin (15/12). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mencatat sebanyak 17 desa terdampak yang tersebar di Kecamatan Juai, Paringin, Tebing Tinggi, dan Awayan.

Sedikitnya 882 kepala keluarga (KK) atau 2.835 jiwa terdampak akibat banjir tersebut. Selain permukiman warga, banjir juga merendam dua kantor desa, satu pasar, serta tujuh akses jalan dengan Tinggi Muka Air (TMA) berkisar 10 hingga 60 sentimeter. Hingga Senin pagi, banjir dilaporkan berangsur surut, meski di Kecamatan Paringin debit air masih mencapai sekitar 50 sentimeter.

Banjir juga melanda Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Minggu (14/12). Tercatat lima desa di tiga kecamatan tergenang, dengan total 211 KK atau 587 jiwa terdampak. BPBD Kabupaten Barito Timur terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan warga terdampak.

Sementara itu, BPBD Kota Semarang melaporkan banjir akibat hujan deras terjadi pada Minggu (14/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian ini berdampak pada 34 KK di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, dengan 16 unit rumah mengalami rusak ringan. Pada Senin (15/12), kondisi banjir berangsur surut dan sebagian warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Petugas BPBD bersama warga melakukan pembersihan sisa banjir dan lumpur secara bergotong-royong.

Banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Temiang dan Desa Api-api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Senin (15/12) pukul 10.29 WIB. Hujan deras selama beberapa jam menyebabkan 17 KK atau 68 jiwa terdampak, dengan empat jiwa terpaksa mengungsi. Kondisi terkini dilaporkan banjir mulai surut.

Menyikapi banyaknya kejadian banjir di berbagai daerah, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat curah hujan tinggi, seperti banjir, banjir bandang, dan angin kencang.

Langkah kesiapsiagaan yang disarankan antara lain melakukan pemantauan debit air, memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari. Masyarakat juga diminta memantau prakiraan cuaca dari sumber resmi dan segera bersiap melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam.