
(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak akan berdampak pada stok minyak mentah maupun ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.
stoPernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, melalui keterangan resmi, Selasa (6/1/2026). Ia menjelaskan bahwa Indonesia tidak bergantung pada impor minyak dari Venezuela, sehingga pasokan domestik diperkirakan tetap stabil meskipun terjadi dinamika geopolitik. “Kita sumber crudenya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” ujar Laode di Jakarta.
Laode menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan melakukan analisis terhadap setiap potensi risiko, meskipun hingga saat ini belum terlihat adanya gangguan langsung terhadap kebutuhan BBM nasional.
Di sisi lain, Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) memiliki keterlibatan operasional di Venezuela melalui kepemilikan saham di Maurel & Prom (M&P), sebuah perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada dampak terhadap aset maupun kegiatan operasional perusahaan tersebut di Venezuela. “Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Dhaneswari dalam keterangan tertulis.
PIEP juga terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan keamanan dan situasi politik di Venezuela, serta menjalin koordinasi berkelanjutan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas untuk memastikan keselamatan staf serta keberlangsungan operasional.
Kemen ESDM menegaskan bahwa meskipun terdapat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung — termasuk laporan media internasional tentang operasi militer AS yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya di Caracas dan pembawaan mereka ke New York untuk menghadapi tuntutan federal — hal tersebut tidak mengganggu pasokan minyak atau BBM di Indonesia.
Dengan langkah pengawasan berkelanjutan dan diversifikasi sumber minyak mentah, pemerintah optimistis kebutuhan energi nasional tetap dapat terpenuhi tanpa tekanan signifikan dari ketidakpastian geopolitik di kawasan Amerika Latin.








