Konsolidasi Dua Zona, IHSG Selasa Siang Flat ke Level 8.885

0
304

(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Selasa siang ini (13/1), terpantau flat dengan turun tipis 0,102 poin (0,00%) ke level 8.884,621 setelah dibuka naik ke level 8.930,433.

IHSG bergerak fluktuatif lalu melandai ditahan profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang melejit dan kenaikan harga minyak dunia oleh situasi protes besar di Iran, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam menguat di area rekor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,24% atau 40 poin ke level Rp 16.865, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; sempat tertekan oleh berita Powell the Fed dalam penyidikan Departemen Kehakiman AS yang kemudian mengangkat harga emas dunia.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.825, serta terpantau bearish di hari kesembilannya pada level 8,5 bulan terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 45,710 poin (0,51%) ke level 8.930,433. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,220 poin (0,60%) ke level 871,770. Siang ini IHSG turun tipis 0,102 poin (0,00%) ke level 8.884,621. Sementara LQ45 terlihat naik 0,83% atau 7,200 poin ke level 873,750.

Tercatat saat ini sebanyak 359 saham naik, 313 saham turun dan 132 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang melejit 3,32%, dan Hang Seng yang naik 1,01%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini fluktuatif lalu melandai, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat dipimpin Nikkei yang melejit dan kenaikan harga minyak dunia oleh situasi protes besar di Iran.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih akan konsolidasi diincar profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.003 dan 9.050. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,664 dan bila tembus ke level 8,525.

 

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group