Presiden Prabowo Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Riset dan Inovasi untuk Industri Nasional

0
40
Perguruan Tinggi
Presiden Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, pada Kamis, 15 Januari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara. Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa Presiden menegaskan peran strategis riset dan inovasi sebagai fondasi pembangunan industri berbasis sains dan teknologi. Presiden menilai, di era saat ini, pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan terobosan nyata melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Bapak Presiden meminta riset-riset dan inovasi untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Pada masa lalu pahlawan bangsa adalah mereka yang melawan penjajahan, sementara saat ini pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu menciptakan inovasi dan terobosan yang berdampak langsung bagi peningkatan pendapatan negara,” ujar Brian.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan nasional agar pengembangan riset, teknologi, dan penguasaan sains dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Selain itu, Presiden Prabowo menyoroti perlunya sinergi erat antara riset, teknologi, dan industri nasional agar penguasaan sains dan teknologi dapat memberikan dampak langsung bagi perekonomian bangsa. “Riset dan teknologi harus berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat mengambil peran sebagai pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi. Terobosan tersebut diharapkan mampu melahirkan industri-industri besar di dalam negeri yang berkontribusi signifikan terhadap pendapatan negara.

Presiden Prabowo juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Menurut Presiden, momentum ini menjadi peluang strategis bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan nasional.

“Perguruan tinggi harus memegang peran penting dan mengambil bagian secara signifikan dalam menghasilkan SDM unggul, riset, dan inovasi yang dibutuhkan bangsa,” jelas Brian.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi bagi seluruh perguruan tinggi hingga Rp4 triliun. Langkah ini menjadi bukti komitmen Presiden dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak kemajuan bangsa.

Dengan dorongan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visinya bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi karya anak bangsa.