Kelebihan Pasokan Dunia Picu Penurunan Harga Minyak Mentah Indonesia

0
53
Foto udara aktivitas eksplorasi minyak di anjungan lepas pantai Lapangan Sepinggan, Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Kalimantan Timur, Selasa (26/3/2024).(Foto: Info Publik)

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kondisi kelebihan pasokan (oversupply) minyak global menekan harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Desember 2025 hingga berada di level 61,10 dolar AS per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan penurunan ICP tersebut dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi super glut atau kelebihan pasokan minyak dunia, yang salah satunya disebabkan oleh tingginya produksi minyak Amerika Serikat.

“Penurunan ICP pada Desember 2025 terjadi akibat meningkatnya suplai minyak global, termasuk dari Amerika Serikat, serta narasi pasar mengenai kondisi oversupply,” ujar Laode dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Selain itu, harga minyak juga tertekan oleh meningkatnya produksi negara-negara OPEC+. Produksi OPEC+ pada November 2025 tercatat mencapai 43,1 juta barel per hari (bph), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga merevisi naik proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ pada 2025 menjadi 0,95 juta bph, atau bertambah 40 ribu bph dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya. Sementara itu, S&P Global menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2025 sebesar 16 ribu bph menjadi 730 ribu bph.

Dari sisi pasokan global, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperkirakan akan terjadi surplus minyak pada 2026 sebesar 3,7 hingga 4 juta bph, yang diproyeksikan melampaui level surplus pada masa pandemi.

Faktor geopolitik turut memengaruhi pergerakan harga, seiring potensi meredanya konflik Rusia-Ukraina. Pejabat Rusia juga menyampaikan proyeksi peningkatan produksi minyak menjadi 10,36 juta bph pada 2025 dan kembali naik menjadi 10,54 juta bph pada 2026.

Untuk kawasan Asia Pasifik, tekanan harga minyak juga dipengaruhi oleh penurunan crude throughput China sebesar 0,9 persen secara bulanan (month on month/mom) pada November 2025 menjadi 14,86 juta bph, level terendah dalam enam bulan terakhir.

Secara keseluruhan, ICP Desember 2025 tercatat turun sebesar 1,73 dolar AS per barel dibandingkan ICP November 2025 yang berada di level 62,83 dolar AS per barel.

Penetapan ICP Desember 2025 sebesar 61,10 dolar AS per barel ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.