(Vibizmedia – IDX) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan bursa saham, Rabu siang ini (21/1), terpantau terkoreksi signifikan 113,211 poin (1,24%) ke level 9.021,489 setelah dibuka turun ke level 9.069,607.
IHSG bergerak terkoreksi profit taking setelah rally rekor 5 hari, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias melemah di tengah harga emas dunia yang melejit rekor dengan pasar mencermati tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir terkoreksi signfikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,08% atau 13 poin ke level Rp 16.958, dengan dollar AS di pasar uang Asia rebound teknikal setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; berupaya merangkak dari sekitar 2 minggu terendahnya ditekan aksi jual dollar oleh naiknya permintaan safe haven assets di tengah tensi geopolitik terkait Greenland.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.945, serta terpantau bearish di sekitar area rekor terendahnya menjelang pengumuman BI Rate.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 65,093 poin (0,71%) ke level 9.069,607. Sedangkan indeks LQ45 turun 8,440 poin (0,95%) ke level 875,940. Siang ini IHSG melemah 113,211 poin (1,24%) ke level 9.021,489. Sementara LQ45 terlihat turun 1,17% atau 10,390 poin ke level 873,990.
Tercatat saat ini sebanyak 143 saham naik, 575 saham turun dan 83 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,51%, dan Hang Seng yang turun 0,15%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi profit taking setelah rally rekor, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah harga emas dunia yang melejit rekor dengan pasar mencermati tensi dagang AS – Eropa terkait isyu Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan tetap terkoreksi di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,841 dan bila tembus ke level 8,715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group








