(Vibizmedia – Economy) – Nilai tukar rupiah terhadap dollar dalam pergerakan pasar uang Kamis sore ini (22/1), berakhir menguat signifikan, menambah gain dari sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa menurun terbatas setelah menguat di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,30% atau 50 poin ke level Rp 16.880 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.930. Rupiah terpantau melanjutkan rebound kemarin setelah BI Rate dipertahankan.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.955 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.958, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.880.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa menurun terbatas setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan setelah rebound oleh pernyataan Trump yang menarik tekanan tariff atas Eropa yang membuat koreksi kenaikan safe haven assets termasuk emas global.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini turun terbatas ke 98,76, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,79.
Sementara itu, IHSG Kamis di akhir sesi melemah 18,147 poin (0,20%) ke level 8.992,183, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias rebound setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman kenaikan tariff atas Eropa dan meredanya kemungkinan kekuatan militer AS untuk Greenland, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir melonjak.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak turun. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.976 – Rp16.855.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting








